2. Menjunjung Tinggi Sportivitas dan Keadilan
Melalui pernyataan resmi, MPR RI juga menegaskan bahwa kegiatan pendidikan dan pembinaan generasi muda seharusnya menjunjung tinggi nilai sportivitas, objektivitas, keadilan, dan semangat pembelajaran yang konstruktif.
“MPR RI berkomitmen melakukan evaluasi secara menyeluruh demi menjaga pelaksanaan lomba yang lebih profesional, objektif, transparan, dan akuntabel ke depannya,” ujarnya.
3. Dewan Juri dan MC Resmi Diaktifkan
Dalam pernyataannya, MPR RI juga mengumumkan keputusan penting terkait penanganan polemik tersebut.
Panitia pelaksana dari Sekretariat Jenderal MPR RI disebut telah menonaktifkan dewan juri dan MC yang bertugas dalam kegiatan LCC Empat Pilar Kalimantan Barat.
“Terkait ramainya pemberitaan di media sosial tentang LCC Empat Pilar 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat mengenai penilaian jawaban peserta pada salah satu sesi lomba, panitia pelaksana dari Sekretariat Jenderal MPR RI telah menonaktifkan Dewan Juri dan MC pada kegiatan LCC ini,” tegasnya.
Keputusan ini menjadi perhatian publik karena sebelumnya banyak netizen menilai sikap juri yang terkesan defensif dan seolah enggan memeriksa kembali jawaban peserta.
Tak sedikit pula yang mengkritik MC dalam lomba tersebut karena dinilai tidak bersikap netral dan tidak menghormati peserta untuk mendapatkan haknya saat menyampaikan protes.
4. MPR RI Janji Melakukan Evaluasi Menyeluruh
Selain menyampaikan permohonan maaf dan menonaktifkan juri serta MC, MPR RI juga menegaskan akan melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap sistem perlombaan.
Evaluasi tersebut mencakup berbagai aspek teknis, mulai dari mekanisme penilaian hingga tata kelola persetujuan peserta selama kompetisi berlangsung.
MPR RI akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek teknis pelaksanaan lomba, termasuk mekanisme penilaian, sistem verifikasi jawaban peserta, dan tata kelola persetujuan dalam perlombaan agar pelaksanaannya ke depan dapat berlangsung semakin baik, transparan, dan akuntabel, tulisnya.