SketsaNusantara.id - Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono, membawa kabar baik pasca-kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto ke Rusia baru-baru ini.
Sugiono menyampaikan bahwa hasil kunjungan Prabowo ke Moskow menghasilkan sejumlah potensi kerjasama intensif antara kedua negara.
Selain itu juga menghasilkan pembicaraan 2 kepala negara terkait upaya-upaya yang perlu dilakukan dalam rangka meng address situasi global, terutama situasi di Timur Tengah yang berimbas pada tekanan ekonomi.
Salah satu poin krusial yang dihasilkan dari pertemuan tingkat tinggi tersebut adalah terbukanya peluang besar bagi putra-putri terbaik bangsa untuk mengikuti program kosmonot Rusia.
Langkah ini menandai babak baru dalam kerja sama strategis antara Jakarta dan Moskow, khususnya di bidang teknologi kedirgantaraan dan eksplorasi ruang angkasa.
Rupanya kunjungan Presiden Prabowo ke Rusia kali ini tidak hanya memperkuat hubungan bilateral di sektor ekonomi, energi dan pertahanan, tetapi juga merambah pada pengembangan sumber daya manusia (SDM) tingkat tinggi.
Menlu Sugiono menjelaskan bahwa Rusia, melalui badan antariksa Roscosmos, menyambut baik keinginan Indonesia untuk terlibat lebih jauh dalam misi antariksa.
"Bapak Presiden juga menyampaikan kemungkinan-kemungkinan untuk Indonesia mengirimkan orang-orang terpilih dan terbaik untuk bisa mengikuti program kosmonot-nya Rusia," ungkap Sugiono dikutip dari kanal YouTube KOMPASTV.
Menurut Sugiono rencana langkah mengirimkan putra-putri terbaik bangsa ke program Kosmonot Rusia ini memiliki tujuan besar yakni untuk kemajuan teknologi dalam negeri.
Ia menambahkan bahwa saat ini parameter suatu negara memiliki keunggulan teknologi adalah bisa mengirimkan awak ke orbit.
Untuk itu sebagai wujud kerjasama erat antara Indonesia dan Rusia, maka Indonesia menyatakan siap mengirimkan orang-orang terbaiknya ke Rusia untuk mengikuti program Kosmonot tersebut.