Sementara itu, lini ketiga diisi oleh fungsi audit internal yang bertugas melakukan evaluasi serta pengawasan independen. Ketiga lini tersebut diharapkan dapat bekerja secara terkoordinasi.
Koordinasi antarfungsi dianggap penting untuk menghindari celah dalam sistem pengendalian. Selain itu, model ini juga bertujuan mencegah terjadinya pemisahan fungsi yang dapat menghambat efektivitas tata kelola.
Forum diskusi ini juga dimanfaatkan sebagai ruang berbagi praktik terbaik dalam pengelolaan GRC di lingkungan BUMN. Para peserta membahas berbagai pengalaman serta tantangan dalam pelaksanaan program TJSL.
Melalui kegiatan ini, IFG menegaskan komitmennya dalam memperkuat tata kelola perusahaan. Penguatan tersebut mencakup seluruh aspek operasional termasuk pengelolaan program TJSL.
Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung peran IFG sebagai holding BUMN di sektor asuransi, penjaminan, dan investasi. Selain itu juga menjadi bagian dari penguatan sistem manajemen risiko di lingkungan perusahaan.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!