news

Buntut Perang Iran Vs Israel-AS, Hiswana Migas Besuki Imbau Warga Tak Panic Buying: Stok BBM Aman

Kamis, 5 Maret 2026 | 21:54 WIB
Suasana pengisian BBM di Jember (Sketsa Nusantara.id/ Gita Pamuji)

SketsaNusantara.id - Buntut terjadinya perang Iran melawan Israel dan Amerika Serikat, memicu terjadinya penutupan selat Hormuz yang menjadi rute pasokan minyak dunia.

Kendati demikian, stok BBM sampai dengan saat ini masih aman dan Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) DPC Besuki meminta masyarakat tidak panic buying dalam pembelian bahan bahar minyak (BBM).

Ketua Hiswana Migas DPC Besuki Ikbal Wilda Fardana mengatakan, melihat kondisi global masyarakat khususnya di Jember dan sekitarnya diharapkan tidak panic buying.

Baca Juga: Cegah Penyalahgunaan, Hiswana Migas Besuki Dorong Petani Manfaatkan Solar Subsidi, Ini Syaratnya

“Kami harap masyarakat tidak panic buying, karena stok BBM saat ini masih banyak dan tidak ada kendala apapun,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Kamis 5 Maret 2026.

Kebutuhan BBM masih mencukupi dan dirinya telah melakukan koordinasi bersama dengan pemilik SPBU, bahwa stoknya masih aman.

“Kami cek di bawah tadi, stok BBM masih banyak bahkan ada yang masih 14 ribu liter jadi cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” imbuhnya.

Baca Juga: Cegah Penyalahgunaan, Hiswana Migas Besuki Minta SPPG di Jember Tidak Gunakan Elpiji Bersubsidi

“Termasuk proses pengiriman dari Depo ke SPBU berjalan lancar dan tidak ada kendala apapun,” pungkasnya.

Jika, masyarakat panic buying maka akan menimbulkan kelangkaan karena pembelian BBM dengan jumlah yang banyak.

“Harap masyarakat membeli BBM sesuai dengan kebutuhan saja, kalau panic buying maka akan menimbulkan kelangkaan dan dampaknya akan luas,” terangnya.

Baca Juga: Dropping BBM ke Jember Mulai Berjalan, Hiswana Migas Area Besuki: Mohon Bersabar dan Jangan Panic Buying

Ia mengingatkan, agar tengkulak tidak menimbun BBM dalam kondisi seperti saat ini dan SPBU bisa mengutamakan kebutuhan masyarakat.

“Jadi kami mengimbau agar SPBU tidak melayani tengkulak atau oknum lain, yang memiliki motif tidak baik seperti adanya penimbunan,” tegasnya.

Halaman:

Tags

Terkini