SketsaNusantara.id – Cuaca ekstrem kembali memicu insiden di Kabupaten Jember. Sebuah pohon berukuran besar tumbang dan menimpa bangunan bengkel milik warga di Dusun Darungan, Desa Kemuning Lor, Kecamatan Arjasa.
Peristiwa ini terjadi pasca hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur kawasan tersebut.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember, Edy Budi Susilo, mengonfirmasi bahwa insiden tersebut menimpa tempat usaha milik Bapak Abdul Waris pada Rabu sore.
Baca Juga: Satu Rumah Roboh dan Penghuni Terluka di Arjasa, BPBD Jember Bakal Beri Bantuan Material Bangunan
Namun, proses penanganan dan pembersihan material baru saja tuntas diselesaikan oleh tim di lapangan pada Kamis, 29 Januari 2026 siang.
"Kami menerima laporan adanya pohon dengan diameter sekitar satu meter yang rubuh akibat cuaca buruk. Pohon tersebut mengenai bagian atap bengkel motor sehingga menyebabkan kerusakan ringan," ujar Edy Budi Susilo saat memberikan keterangan resminya.
Segera setelah mendapat laporan, tim reaksi cepat (TRC) dari Regu A BPBD Jember dikerahkan ke lokasi untuk melakukan asesmen dan evakuasi.
Baca Juga: Perkuat Sinergi Relawan, BPBD Jember Resmikan Posko Siaga Bencana
Bersama warga setempat, petugas melakukan pemotongan batang pohon menggunakan gergaji mesin untuk membebaskan bangunan yang tertimpa.
"Personel kami bergerak cepat melakukan koordinasi di lapangan. Alhamdulillah, tepat pukul 11.30 WIB tadi, penanganan dinyatakan selesai dan kondisi di lokasi sudah kembali aman terkendali," tambahnya.
Mengingat kondisi cuaca yang masih tidak menentu di awal tahun ini, Edy Budi Susilo mengingatkan masyarakat Jember untuk lebih mawas diri.
Baca Juga: BPBD Jember Bergerak Cepat Evakuasi Mobil Operasional yang Terperosok Akibat Longsor
Ia menekankan pentingnya mendeteksi dini potensi bahaya di lingkungan sekitar, terutama keberadaan pohon-pohon tua yang rawan tumbang.
"Kami mengimbau warga agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem. Jika melihat ada pohon yang kondisinya sudah rapuh atau membahayakan pemukiman, segera laporkan agar bisa diambil langkah pencegahan," tutupnya.