news

Operasi SAR Longsor Pasirlangu Bandung Barat, 82 Warga Masih dalam Pencarian

Sabtu, 24 Januari 2026 | 17:32 WIB
Tim SAR Gabungan menyusuri area longsor di Desa Pasirlangu, Bandung Barat. (X/RadioElshinta)

Dari jumlah tersebut, sebanyak 34 kepala keluarga (KK) dilaporkan terdampak secara langsung.

Rincian korban sementara mencatat 23 orang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat, delapan orang dinyatakan meninggal dunia, sementara 82 orang lainnya masih dalam pencarian.

Data ini bersifat sementara dan terus diperbarui seiring berjalannya proses verifikasi lapangan oleh tim SAR Gabungan.

“Diperkirakan total terdampak 113 jiwa (34 KK) dengan rincian korban selamat 23 orang, 8 orang meninggal dunia dan 82 orang masih dalam pencarian,” demikian laporan @RadioElshinta yang dikutip SketsaNusantara.id.

Proses pencarian korban dilakukan dengan berbagai metode. Tim SAR Gabungan mengombinasikan observasi visual, penggalian manual, penyemprotan tanah menggunakan alat khusus, serta pemantauan udara dengan menggunakan drone UAV.

Upaya ini dilakukan untuk mempercepat proses pencarian di area yang tertutup material longsoran tebal.

Menurut Staf Operasi SAR Basarnas Bandung, Mamang Fatmono, hingga saat ini seluruh unsur SAR masih bekerja maksimal meskipun menghadapi tantangan kondisi cuaca yang kurang bersahabat.

Hujan yang masih turun di lokasi kejadian menambah risiko terjadinya longsor susulan.

“Hingga kini Tim SAR Gabungan masih terus mengupayakan pencarian terhadap korban yang masih tertimbun dengan observasi visual, penggalian manual, penyemprotan tanah menggunakan alkon dan juga pemantauan menggunakan drone UAV,” ujar Mamang Fatmono, dilansir SketsaNusantara.id dari @RadioElshinta.

Ia menambahkan bahwa kondisi cuaca menjadi perhatian serius dalam operasi SAR. Hujan yang mengguyur lokasi bencana meningkatkan potensi bahaya bagi tim penyelamat maupun warga sekitar.

“Sementara cuaca di lokasi saat ini hujan, sehingga sangat rawan terjadi lagi longsor susulan,” jelasnya.

Dalam operasi ini, Tim SAR Gabungan melibatkan berbagai unsur, di antaranya Basarnas, BPBD Provinsi Jawa Barat, BPBD Kabupaten Bandung Barat, SAR Brimob Polda Jabar, Polres Kota Cimahi, TNI, serta aparat desa setempat.

Sinergi lintas lembaga tersebut menjadi kunci utama dalam upaya penanganan bencana dan pencarian korban.

Selain fokus pada pencarian korban, tim keposkoan juga terus melakukan pendataan warga terdampak serta menyiapkan kebutuhan dasar bagi pengungsi.

Pemerintah daerah bersama instansi terkait berupaya memastikan warga yang terdampak mendapatkan penanganan darurat secara layak.

Halaman:

Tags

Terkini