Lebih jauh, Khoirul menyebut penyelenggaraan muktamar di Situbondo tidak hanya berdampak pada penguatan organisasi, tetapi juga mempererat persaudaraan warga NU serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
“Warga pesantren dan masyarakat NU akan bergerak bersama, saling membantu dengan semangat kebersamaan. Di sisi lain, tentu ada perputaran ekonomi yang dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Sebelumnya, Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo telah menyampaikan usulan agar Situbondo ditetapkan sebagai tuan rumah Muktamar NU ke-35. Usulan tersebut disampaikan dalam berbagai forum, baik resmi maupun nonresmi.
Bupati yang akrab disapa Mas Rio itu menilai Situbondo memiliki dasar sejarah yang kuat serta kesiapan sosial yang memadai untuk kembali menggelar agenda besar NU.
“Situbondo punya catatan penting dalam sejarah NU, khususnya Muktamar ke-27 di Sukorejo yang melahirkan keputusan besar tentang Pancasila. Nilai dan semangat itu masih terus dijaga sampai sekarang,” ujar Mas Rio pekan lalu.
Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Situbondo siap memberikan dukungan penuh apabila dipercaya menjadi tuan rumah. Dukungan tersebut meliputi penyediaan infrastruktur, koordinasi lintas sektor, serta pelibatan pesantren dan warga NU secara luas.
“Muktamar ini bukan hanya agenda internal organisasi, tetapi juga peristiwa kebangsaan dan keumatan. Pemerintah daerah tentu harus hadir dan memastikan seluruh proses berjalan optimal,” tegasnya.
Mas Rio juga optimistis pelaksanaan Muktamar NU ke-35 di Situbondo akan membawa dampak positif, baik bagi penguatan nilai persatuan, semangat kebangsaan, maupun peningkatan perekonomian masyarakat lokal.
“Yang paling utama, muktamar ini menjadi sarana memperkokoh ukhuwah serta mempertegas peran NU dalam menjawab tantangan zaman,” pungkasnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI