news

Kabupaten Pemalang Akan Memperingati HUT ke-451, Begini Makna Filosofi Logo yang Menyimpan Pesan Pembangunan dan Identitas Daerah

Kamis, 8 Januari 2026 | 20:15 WIB
Logo HUT ke-451 Kabupaten Pemalang. (Instagram/az_design.id)

Warna merah yang hadir pada ornamen batik Goyor memiliki makna tersendiri.

Dalam filosofi logo dijelaskan bahwa ornamen merah bermotif batik Goyor mencerminkan budaya, seni, dan kearifan lokal Pemalang, serta semangat gotong royong dan keberanian masyarakat.

Warna ini menjadi simbol identitas budaya yang menjadi fondasi pembangunan daerah.

Selain itu, aksen oranye pada logo melambangkan energi dan optimisme.

“Aksen oranye menggambarkan sinar, optimisme, dan energi masyarakat Pemalang, serta kreativitas dan semangat generasi muda dalam menggerakkan daerah,” demikian keterangan yang disampaikan.

Elemen ini menegaskan peran generasi muda sebagai motor penggerak pembangunan di tengah dinamika zaman.

Elemen berikutnya adalah angka “5” yang dibentuk menyerupai pegunungan dan buah nanas madu. Angka ini merepresentasikan kekayaan alam Kabupaten Pemalang, khususnya sektor pertanian dan dataran hijau.

Dalam penjelasan logo disebutkan bahwa angka 5 berbentuk pegunungan & buah nanas madu merepresentasikan pegunungan dan dataran hijau Pemalang, serta identitas daerah sebagai penghasil nanas madu unggulan.

Warna hijau yang dominan pada elemen ini menegaskan komitmen terhadap pembangunan berwawasan lingkungan dan keberlanjutan.

Sementara itu, angka “1” pada logo hadir dengan warna biru dan bentuk menyerupai gelombang. Elemen ini melambangkan kekayaan hasil laut dan wilayah pesisir Pemalang.

“Angka 1 berwarna biru & menyerupai gelombang melambangkan kekayaan hasil laut dan wilayah pesisir Pemalang,” tulis Adi Zakaria dalam penjelasan desainnya.

Warna biru juga mencerminkan keterbukaan, ketangguhan, stabilitas, serta kepercayaan dalam pelayanan publik.

Secara keseluruhan, logo HUT ke-451 Kabupaten Pemalang dirancang sebagai representasi visual dari arah pembangunan daerah yang holistik.

Unsur alam, budaya, dan masyarakat dipadukan dalam satu kesatuan yang harmonis. Logo ini menjadi simbol tekad Pemalang untuk terus tumbuh sebagai daerah yang berdaya saing tanpa meninggalkan akar budaya dan kelestarian lingkungan.

Pemilihan desain melalui mekanisme sayembara juga menunjukkan keterbukaan Pemerintah Kabupaten Pemalang terhadap partisipasi publik dan kreativitas masyarakat.

Halaman:

Tags

Terkini