SketsaNusantara.id - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan peran petani dalam perjalanan sejarah bangsa. Menurutnya, petani menjadi penopang utama perjuangan kemerdekaan hingga keberlangsungan negara.
Pernyataan tersebut disampaikan Presiden dalam acara Panen Raya dan Swasembada Pangan 2026. Kegiatan itu digelar secara resmi di Karawang, Jawa Barat, pada Rabu siang.
Presiden menyebut kontribusi petani tidak hanya penting bagi sektor pangan. Peran tersebut juga menentukan daya tahan bangsa pada masa awal kemerdekaan Indonesia.
Baca Juga: Retret Kabinet Merah Putih Digelar Lagi di Hambalang, Prabowo Panggil Seluruh Menteri dan Wamen
Prabowo mengingatkan bahwa perjuangan kemerdekaan tidak terlepas dari dukungan rakyat. Para petani disebut sebagai pihak yang memastikan tentara tetap bertahan di masa sulit.
“Siapa yang mendukung perang kemerdekaan? Adalah rakyat Indonesia yang memberi makan kepada tentara, yaitu para petani Indonesia. Kita tidak akan merdeka tanpa jasa para petani kita,” kata Presiden melalui Tim Media Presiden Prabowo di Jakarta.
Presiden menjelaskan kondisi negara saat awal kemerdekaan masih sangat terbatas. Saat itu, Indonesia belum memiliki sistem keuangan negara yang memadai.
Ia menuturkan bahwa negara belum memiliki anggaran dan institusi fiskal resmi. Dalam kondisi tersebut, kebutuhan logistik tentara dipenuhi oleh rakyat.
“Ketika kita menyatakan kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945, tidak ada anggaran, belum ada Kementerian Keuangan, belum ada pajak. Yang memberi makan kepada tentara adalah rakyat Indonesia, yaitu para petani Indonesia,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga menyinggung pentingnya swasembada pangan. Ia menyebut ketergantungan pangan sebagai ancaman bagi kedaulatan negara.
Presiden menekankan bahwa kemandirian pangan menjadi prasyarat utama sebuah bangsa merdeka. Negara yang bergantung pada pasokan luar dinilai rentan.
Ia menyampaikan bahwa Indonesia telah mencapai swasembada pangan pada tahun 2025. Capaian tersebut disebut sebagai hasil kerja bersama berbagai elemen bangsa.
Menurut Presiden, petani memegang peran utama dalam keberhasilan tersebut. Kelompok ini dinilai konsisten menjaga produksi dan ketahanan pangan nasional.