SketsaNusantara.id – Hujan deras yang mengguyur wilayah Jember sejak Senin sore hingga malam menyebabkan bencana banjir parah.
Dua sungai utama di Jember, yaitu Sungai Bedadung dan Sungai Jompo, dilaporkan meluap drastis, merendam ratusan rumah di beberapa kecamatan.
Salah satunya ada di kawasan kampung Ledok, Kecamatan Kaliwates dimana air luapan sungai bercampur sampah membuat masyarakat panik dan warga segera menyelamatkan barang dan perabotannya.
Baca Juga: Banjir dan Longsor Landa Jember, Ratusan Warga Terdampak Akibat Cuaca Ekstrem
Dampak terparah terjadi di Kecamatan Sukorambi, di mana sebuah jembatan vital penghubung desa di Desa Jubung ambruk total, setelah diawali dengan putusnya kabel penahan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember, Riza Haris, mengonfirmasi bahwa ketinggian air di dua sungai utama melampaui batas normal (siaga merah) dalam waktu singkat.
Sementara itu air meluap ke wilayah padat penduduk di seberangnya, termasuk sebagian Kelurahan Jember Kidul, Patrang dan Tegal Besar.
Sedangkan kali jompo menyebabkan banjir di area permukiman rendah, khususnya di Kecamatan Sukorambi dimana ketinggian air di beberapa titik dilaporkan mencapai lebih dari satu meter di dalam rumah.
Bencana terparah menimpa Desa Jubung, Kecamatan Sukorambi dimana jembatan gantung yang menjadi akses utama penghubung antar dusun di desa tersebut dilaporkan ambruk total sekitar pukul 03.00 WIB.
Dari sejumlah video yang beredar terlihat bahwa ambruknya jembatan tersebut diawali dengan putusnya salah satu kabel baja utama yang menopang struktur karena tak kuat menahan terjangan arus sungai yang disertai bambu dan kayu.
Jembatan ini sendiri merupakan jalur utama mobilitas warga, terutama untuk kegiatan ekonomi dan pendidikan.
Akibat ambruknya jembatan, kini ratusan kepala keluarga terisolasi dan harus memutar jauh melalui jalur alternatif yang kondisinya juga rawan longsor.