“Rangkaian peristiwa tersebut menjadi alarm bahwa bencana dapat datang kapan saja, dan proteksi asuransi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan,” ujarnya. Ia menegaskan pentingnya kesiapan masyarakat dalam menghadapi risiko yang meningkat.
Denny juga menjelaskan komitmen IFG dalam mendukung ketahanan masyarakat. Produk perlindungan yang disiapkan diharapkan mampu menjaga kondisi finansial warga.
Kesiapan tersebut mencakup perlindungan aset dan keberlangsungan usaha.
“Asuransi merupakan pilar finansial yang menyiapkan masyarakat bukan hanya menghadapi bencana, tetapi bangkit lebih cepat setelahnya,” katanya.
IFG menilai edukasi mengenai peran asuransi perlu diperkuat. Pemahaman tersebut penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai mitigasi risiko.
Literasi proteksi menjadi bagian dari upaya nasional untuk menghadapi iklim yang terus berubah. Masyarakat diharapkan lebih aktif dalam memastikan aset tetap aman.
Dengan meningkatnya frekuensi bencana, langkah perlindungan menjadi semakin penting. IFG mengajak masyarakat memperkuat kesiapan menghadapi risiko.
Proteksi finansial dipandang sebagai cara strategis untuk membentuk masyarakat yang tangguh dan lebih siap menghadapi masa depan.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!