SketsaNusantara.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, beberapa waktu lalu pernah mengklaim hal pasca bencana di Aceh.
Berdasarkan penelusuran tim SketsaNusantara.id pada 8 Desember 2025 melalui akun Instagram @bahlillahadalia, Bahlil pernah mengatakan bahwa 93 persen listrik di Aceh telah menyala.
Bahlil mengklaim bahwa infrastruktur di daerah terdampak bencana yaitu Aceh sudah mulai pulih.
“Hingga Minggu malam, 93 persen pelanggan di Aceh telah kembali mendapatkan aliran listrik, dengan sebagian besar infrastruktur ketenagalistrikan yang terdampak sudah pulih dan suplai terus distabilkan,” kata Bahlil dikutip oleh tim redaksi.
Namun dalam unggahannya pada 9 Desember 2025 lewat akun instagramnya, Bahlil mengungkapkan permohonan maafnya.
Bahlil mengaku masih terus memantau percepatan pemulihan kelistrikan di Aceh pasca terjadinya bencana banjir dan longsor.
“Dalam beberapa hari terakhir ini saya memantau langsung percepatan pemulihan untuk kelistrikan di Aceh pascabencana,” ujar Bahlil.
Permohonan maaf ini disampaikan Bahlil karena masih ada beberapa titik lokasi yang belum dialiri listrik karena permasalahan teknis.
“Saya memohon maaf pada masyarakat karena beberapa titik belum bisa dipulihkan akibat tantangan teknis di lapangan,” lanjutnya.
Bahlil memerintahkan pihak PLN untuk segera menstabilkan kondisi kelistrikan di Aceh agar warga bisa beraktivitas kembali seperti biasa.
“Saya telah meminta PLN untuk segera menuntaskan pemulihan transmisi utama yang menghubungkan Aceh dengan jalur utama kelistrikan Sumatra,” imbuhnya.