SketsaNusantara.id - Sebuah video beredar di media sosial, memperlihatkan salah seorang pria dengan rompi BPBD Kabupaten Aceh Tamiang menangis.
Pria berompi cokelat dengan emblem BPBD dan helm safety berwarna oranye ini menceritakan kondisi di lapangan di Kabupaten Aceh Tamiang selama banjir terjadi.
Dalam video yang diunggah akun X @MurtadhaOne1 itu, pria tersebut menceritakan betapa beratnya kondisi di lapangan, termasuk kesulitan yang dihadapi.
Pria itu mengaku, selama 4-5 hari wilayahnya terisolir hingga kesulitan akses, komunikasi hingga BBM.
“Kami sudah 4 hari 5 hari putus akses, komunikasi dan BBM, semuanya,” ujarnya sebagaimana dikutip SketsaNusantara.id.
Proses evakuasi pun hanya bisa melalui jalur air dengan cara diseberangkan.
“Harus melalui jalur air. misalnya dari Pangkalan Susu kami sambut di sini dan menyebrangkan langsung ke Kabupaten Aceh Tamiang,” jelasnya.
Pria itu menambahkan, hal serupa juga terjadi di kabupaten/kota lain seperti Aceh Yimur, Aceh Utara dan Lhokseumawe.
Dengan suara bergetar dan mata berkaca-kaca, ia menyebutkan, ada 30 jenazah yang menjadi korban di Aceh Utara.
Tak hanya itu, beratnya medan ditambah akses yang tertutup membuat banyak bayi dan lansia tak bisa dievakuasi.