Dalam sesi diskusi tersebut, keduanya membahas beberapa program pemerintah yang tengah berjalan.
“Juga program-program yang sifatnya itu kerakyatan, seperti keberpihakan kepada keadilan sosial kalau menurut saya,” imbuhnya.
Program yang dimaksud Jonan yakni MBG, Koperasi Desa Merah Putih juga Sekolah Rakyat.
Baca Juga: Proyek Kereta Cepat Whoosh Diduga Sarat Permainan, Negara Bisa Rugi Rp75 Triliun?
2. Bahas Kepemimpinan Prabowo
Pengusaha yang juga pernah menjadi Menteri ESDM ini juga mengaku sempat berdiskusi mengenai langkah politik hingga pengembangan BUMN.
“Kami juga sharing tentang peran serta beliau yang sangat bagus dan aktif di diplomasi luar negeri, juga di pengembangan BUMN,” tuturnya lagi.
Ia juga mengaku, selama pertemuan, dirinya sempat memberikan beberapa masukan.
“Puji Tuhan beliau berkenan untuk mendengarkan dan diskusi dan menerima banyak beberapa masukan,” terangnya.
Baca Juga: Ditanya Alasan KPK Tak Kunjung Selidiki Dugaan Korupsi Whoosh, Mahfud MD: Entah Takut Pada Siapa
3. Bantah Diskusi Soal Whoosh
Kehadiran Jonan ke Istana sempat memicu lahirnya dugaan di publik.
Diduga, Prabowo Subianto memanggilnya ke Istana untuk membahas perihal proyek kereta cepat Whoosh.
“Enggak, enggak,” bantah Ignasius dengan tegas saat ditanya awak media.
Ia menekankan kembali, Prabowo Subianto tidak meminta pendapat maupun pandangannya terkait proyek kereta cepat Whoosh.