Baca Juga: Ratusan Siswa Gunungkidul Tumbang Usai Menyantap MBG, Bupati Ingatkan soal Kebersihan Dapur!
Karena itu, ia menilai program MBG yang menyasar 82,9 juta penerima manfaat menjadi langkah penting untuk memperbaiki kecerdasan masyarakat Indonesia.
“Kebijakan berikutnya adalah memberikan makan agar anak-anak Indonesia itu gizinya cukup, kalau gizinya cukup, fisik oke, otak cerdas,” ucap Ketua Umum PAN itu.
Zulhas juga menegaskan target besar yang ingin dicapai melalui MBG. “Kita harapkan rata-rata IQ anak Indonesia bisa 120 baru kita bisa bersaing,” tambahnya.
Dampak positif program Makan Bergizi Gratis sebelumnya juga disinggung oleh Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamen Dikti Saintek) Stella Christie. Ia menilai MBG tidak hanya meningkatkan gizi anak, tetapi juga berpotensi menjadi sarana pembelajaran tambahan di sekolah.
“Setiap hari adalah kesempatan luar biasa bagi anak-anak untuk belajar, dengan program MBG,” ujar Stella saat menghadiri Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2025 di ITB, Jawa Barat, pada 8 Agustus 2025 lalu.
Ia menjelaskan bahwa jenis-jenis makanan yang disajikan dalam program ini dapat dimanfaatkan untuk mengasah kemampuan berhitung dan mengenal bahasa Inggris. “Anak-anak tidak hanya mendapatkan gizi yang baik, tetapi juga belajar menghitung dan mengenal bahasa Inggris melalui jenis-jenis makanan,” sambungnya.
Menurut Stella, pendekatan tersebut dapat mendorong motivasi belajar siswa. “Berdasarkan bukti ilmiah, program ini dapat menjadi sarana motivasi dan pemicu untuk mengasah daya ingat serta pengetahuan anak-anak secara efektif,” lanjutnya.
Pernyataan Stella kemudian dijelaskan oleh Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana.
Ia menuturkan bahwa MBG memang bisa dijadikan media pembelajaran interaktif di sekolah.
“Maksudnya Bu Stella, saya kemarin ngobrol, mengatakan bahwa pada saat anak-anak disajikan makanan, itu dapat dijadikan media untuk sekaligus pembelajaran, yaitu akan meningkatkan intelektualitas,” ujar Dadan kepada wartawan di Kompleks Istana Merdeka, Jakarta, pada 17 Agustus 2025.
Dadan mencontohkan, menu makanan yang beragam bisa digunakan sebagai bahan latihan sederhana di kelas.
“Jadi, kalau hari ini misalnya disajikan makanan ada jeruk kemudian ada ikan, Bu Stella itu menyarankan jeruk itu ada berapa jenis, kemudian bahasa Inggrisnya apa,” terangnya.
Ia menambahkan, hal-hal kecil seperti menghitung jumlah nasi atau mengenal nama buah dalam bahasa Inggris dapat memperkaya pengalaman belajar anak. “Kemudian kalau nasi, berapa nasi itu bisa dihitung gitu, ya gitu maksudnya,” tandasnya.