news

Penolakan Visa Atlet Zionis Israel Berujung Panjang, KOI Siap Bertemu IOC Bahas Nasib Indonesia di Olimpiade

Sabtu, 25 Oktober 2025 | 18:45 WIB
Ilustrasi, buntut penolakan atlet Israel di Indonesia. (Pexels/Xach Hill )

Menurut Raja Sapta, hingga kini IOC belum melakukan komunikasi resmi secara langsung dengan dirinya selaku pimpinan NOC Indonesia. Kondisi tersebut membuatnya menilai bahwa pertemuan tatap muka menjadi langkah paling efektif untuk mencari solusi bersama.

“Sampai saat ini IOC belum pernah menghubungi saya secara langsung. Jadi sebaiknya memang harus datang bertemu di kantor pusat IOC di Lausanne,” ujarnya.

Raja berharap, dialog nanti dapat membuka kembali jalur komunikasi yang sempat tersendat. Ia menekankan pentingnya menjaga posisi Indonesia agar tetap selaras dengan prinsip-prinsip Olimpiade dan memastikan partisipasi atlet nasional tidak terganggu di ajang internasional.

Latar Belakang Penolakan Visa

Kontroversi bermula dari keputusan pemerintah Indonesia menolak visa bagi atlet Israel yang akan berpartisipasi dalam Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025 di Jakarta.

Kebijakan tersebut menarik perhatian luas dunia internasional dan menuai tanggapan dari berbagai lembaga olahraga global.

Sebagai respons, Komite Eksekutif IOC pada 23 Oktober 2025 mengumumkan penghentian seluruh bentuk dialog dengan KOI.

Keputusan itu turut menunda pembahasan rencana penyelenggaraan berbagai ajang olahraga internasional di Indonesia.

IOC Soroti Pelanggaran Prinsip Olimpiade

Dalam pernyataannya, IOC menilai kebijakan Indonesia melanggar semangat dan prinsip dasar Olimpiade yang menolak diskriminasi dalam bentuk apa pun.

“Tindakan seperti ini merampas hak atlet untuk berkompetisi secara damai dan menghalangi Gerakan Olimpiade untuk menunjukkan kekuatan olahraga,” tulis Komite Eksekutif IOC dalam pernyataannya beberapa waktu lalu.

Pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa hubungan antara IOC dan KOI tengah diuji. Di sisi lain, langkah Raja Sapta menuju Swiss dipandang sebagai upaya diplomasi olahraga untuk menjaga citra Indonesia di mata dunia.

Pertemuan 28 Oktober mendatang pun menjadi penentu arah komunikasi berikutnya antara Indonesia dan IOC, serta seberapa jauh negara ini bisa mempertahankan perannya di panggung olahraga global tanpa mengabaikan kebijakan politik dalam negeri.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!

Halaman:

Tags

Terkini