news

Bikin Pilot Projek Tekan AKI-AKB, Bupati Gus Fawait Terjunkan 205 Nakes ke Desa dan Kelurahan di Jember

Senin, 20 Oktober 2025 | 20:45 WIB
Bupati Jember Gus Fawait saat bersama nakes. (M Purnomo/SketsaNusantara.id)

SketsaNusantara.id – Akhirnya, Pemerintah Kabupaten Jember resmi merealisasikan program penerjunan ribuan tenaga kesehatan ke pelosok desa di Jember guna menekan angka kematian ibu dan angka kematian bayi.

Hal tersebut diungkapkan Gus Fawait, Bupati Jember, saat menggelar Pro Gus'e Update di Stadion Jember Sport Garden, Senin, 20 Oktober 2025.

Dalam paparannya, Gus Fawait menerangkan bahwa angka kematian ibu dan anak di Jember pada 2024 menempati posisi puncak di Jawa Timur.

Baca Juga: Pemkab Jember Gelontorkan Rp2,7 M untuk Reward Atlet Porprov dan Rp89 Juta untuk Pemenang Tajemtra 2025

"Ini bukan prestasi, tapi ini masalah bagi kita yang harus kita pecahkan bersama," tegas bupati.

Oleh karena itu, bupati berencana menerjunkan ribuan nakes sehingga memberikan pelayanan secara door to door ke masyarakat.

"Kita hari ini telah bersepakat untuk menerjunkan 1.200 nakes untuk turun ke kelurahan-kelurahan, untuk turun ke desa-desa," papar bupati.

Baca Juga: Jember Semakin Melejit, Sepekan Raih Tiga Penghargaan Sekaligus, Gus Fawait: Ini untuk Masyarakat

Sebagai langkah awal, Gus Fawait menuturkan bahwa ada sebanyak 205 nakes yang dibuat pilot project di wilayah di Kabupaten Jember. Setidaknya, ada sebanyak wilayah yang akan digunakan sebagai uji coba.

"Di antaranya Silo, Jelbuk, Ambulu, dan juga Tanggul serta Jombang. Ada 205 nakes yang akan kami turunkan ke lokasi tersebut, akan diteruskan di kecamatan-kecamatan yang lain," ujarnya.

Tugasnya apa? dengan memastikan dan mendata ibu-ibu hamil di setiap desa dan kelurahan, kemudian akan diajak bersama-sama untuk periksa kehamilan mereka di puskesmas.

Baca Juga: Bupati Jember Gus Fawait dan Anggota Komisi II DPR RI Muhammad Khozin Salurkan 1000 Sertifikat Tanah untuk Warga Silo

"Selanjutnya, akan dilihat mana yang punya risiko tinggi dan yang tidak. Untuk yang risiko tinggi, para nakes dan juga kader posyandu, para bidang, akan mengawal kelahiran di puskesmas maupun rumah sakit," ucapnya

Harapannya, mudah-mudahan tahun ini dan tahun-tahun berikutnya, angka kematian ibu, angka kematian bayi di Jember bisa turun drastis.***

Halaman:

Tags

Terkini