SketsaNusantara.id - Pemerintah Indonesia tengah menyiapkan langkah baru untuk menghadapi meningkatnya jumlah pekerja informal di Tanah Air.
Langkah ini menjadi sorotan setelah laporan terbaru dari Bank Dunia menyebutkan bahwa pemuda Indonesia masih kesulitan mendapatkan pekerjaan layak.
Dalam laporan bertajuk World Bank East Asia and The Pacific Economic Update October 2025, disebutkan bahwa kawasan Asia Timur dan Pasifik, termasuk Indonesia, mengalami tantangan besar dalam penciptaan lapangan kerja.
Baca Juga: Baru Sebulan Menjabat, Purbaya Dipuji Mahfud MD: Dia Mulai Hantam Korupsi
Laporan itu mengungkapkan bahwa 1 dari 7 pemuda di Indonesia dan China merupakan pengangguran yang kesulitan memperoleh pekerjaan formal.
Menanggapi temuan tersebut, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pemerintah tengah menyiapkan program magang berbayar untuk lulusan baru maupun pencari kerja muda.
Program ini diharapkan dapat menjadi jembatan menuju pekerjaan formal dan mengurangi ketergantungan masyarakat pada sektor informal.
Baca Juga: 18 Gubernur Geruduk Menkeu Purbaya, Protes Pemotongan TKD yang Bikin Daerah Megap-Megap
“Itu (kuota) 20 ribu orang pertama. Nanti kalau keserap, tambah lagi 20 ribu. Kalau keserap lagi, tambah 20 ribu lagi sampai targetnya 100.000. Jadi, nggak usah takut temen-temen yang cari kerja, yang S1, yang sekarang baru lulus,” ujar Menkeu Purbaya di Kantor LPS Jakarta pada Kamis, 9 Oktober 2025.
Menurutnya, banyak perusahaan yang diperkirakan akan tertarik mengikuti program ini karena bisa mendapatkan tenaga kerja tambahan tanpa biaya besar.
“Perusahaan pasti tertarik pakai program itu, pada dasarnya tenaga kerja gratis untuk mereka. Sebenarnya ini untuk melatih tenaga kerja yang baru lulus agar lebih terekspos ke pekerjaan di lapangan,” imbuhnya.
Program magang berbayar ini akan digulirkan secara bertahap. Purbaya menjelaskan bahwa pendanaan program tidak akan diberikan secara besar sekaligus untuk menjaga efektivitas penyerapan.
“Saya nggak mau kasih banyak-banyak, karena biasanya kebanyakan nanti nganggur duitnya,” terangnya.