Platform digital LinkUMKM BRI menjadi salah satu dukungan utama.
Dengan fitur UMKM Smart dalam LinkUMKM BRI, Veronica berhasil memetakan kelemahan dalam usahanya.
Ia pun berhasil meningkatkan kelas dari level 1 ke level 3 hingga memanfaatkan fitur etalase untuk memperluas promosi usahanya.
“LinkUMKM sangat membantu saya mengembangkan usaha. Fitur favorit saya UMKM Smart, karena ada scoring level 1-4 yang menunjukkan kelemahan usaha,” jelasnya.
Veronica awalnya sempat menemui kendala dalam pemasaran digital produk-produknya, namun berkat dukungan BRI, ia semakin percaya diri.
Bahkan, ia juga melahirkan inovasi baru untuk memperkuat usaha Kopi Toejoean di pasar.
Semua produk kopi diracik langsung dari biji lokal yang digiling sendiri sehingga kualitas dan kesegarannya tetap terjaga.
“Kopi Kopi Toejoean ini menggunakan biji kopi lokal yang berkualitas, diracik langsung dengan peralatan, digiling sendiri dan kita olah menjadi espresso untuk meracik minuman,” imbuhnya.
Baca Juga: Dorong Ekonomi Daerah, BRI Cari Wirausaha Muda Tangguh Lewat Program BRILiaN 2025
Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakaja menegaskan bahwa saat ini LinkUMKM telah memiliki lebih dari 13,4 juta pengguna.
Menurut Akhmaf, platform ini bukan hanya menjadi pasar digital, tapi juga menjadi ruang kolaborasi dalam menciptakan ekosistem bisnis yang inklusif.
“Kisah sukses Kopi Toejoean ini merupakan sebuah kisah inspiratif yang dapat dicontoh oleh pengusaha UMKM,” ujar Akhmad.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!