news

Viral Video Penari Berpakaian Minim Joget saat Acara Maulid Nabi di Wonosobo, Panitia Minta Maaf dan Berikan Klarifikasi, Ternyata Begini Faktanya

Jumat, 26 September 2025 | 07:30 WIB
Viral penari dolalak joget di atas panggung peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, tuai kecaman keras warganet hingga dianggap penistaan agama (Instagram/lambe_turah)

SketsaNusantara.id - Media sosial belum lama ini dihebohkan dengan penampilan penari yang berjoget dalam panggung acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Wonosobo, Jawa Tengah.

Dalam video yang beredar di Instagram, tampak sejumlah wanita berpakaian minim dengan celana pendek dan selendang panjang warna kuning berjoget sambil tampil diiringi musik dangdut di atas panggung.

Tampak para penonton pria juga ikut menari di atas panggung saat biduan dangdut menyanyikan lagu dengan latar belakang panggung menampilkan acara Maulid Nabi Muhammad.

Baca Juga: Pecahkan Rekor MURI, Pemkab Jember Hadirkan ratusan Gunungan Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW

Video tersebut seketika ramai jadi sorotan hingga jadi viral di media sosial. Warganet mengkritik penampilan penari wanita berjoget dengan latar belakang acara Maulid Nabi yang dinilai tidak pantas, bahkan dianggap sebagai penistaan ​​terhadap agama Islam.

"Tidak bisa berword-word (berkata-kata) lagi, penari berpakaian tak sopan malah joget di acara Maulid Nabi Wonosobo," tulis akun Instagram @lambe_turah yang mengunggah ulang video viral pada hari Kamis, 25 September 2025.

"Ini acara maulid Nabi lho, sedih lihatnya," komentar akun @nengnada11. "Laporin dong, ini kan termasuk penistaan ​​agama," protes akun @kalila_rifdaa.

Baca Juga: Viral di Medsos Jembatan Dibongkar Demi Truk Muat Sound Horeg Bisa Lewat

Pengetahuan penari tersebut merupakan bagian dari kegiatan Merti Dusun yang menampilkan tarian tradisional Dolalak yang digelar di Desa Mutisari, Kecamatan Watumalang, Wonosobo, Jawa Tengah pada hari Selasa, 9 September 2025.

Menanganggapi kritik dari warganet, panitia memberikan klarifikasi dan menjelaskan bahwa penari dolalak hadir bukan untuk acara peringatan Maulid Nabi, melainkan untuk acara berbeda.

"Benar itu di desa kami, tapi itu sebenarnya tidak di waktu yang sama. Ada 2 acara yang berlangsung secara terpisah tapi masih di hari yang sama," ungkap panitia dikutip SketsaNusantara.id dari akun Instagram @fakta.indo pada hari Kamis, 25 September 2025.

Baca Juga: Harmoni Religi dan Budaya dalam Upacara Sekaten di Daerah Istimewa Yogyakarta Sebagai Peringatan Maulid Nabi Muhammad

“Kalau acara pengajian itu jam 8 pagi sampai jam 1 siang, sedangkan untuk tari dolalak itu mulainya jam 9 malam sampai selesai,” tuturnya.

Panitia minta maaf dan mengakui kesalahan yang terjadi karena tak melepas spanduk saat berganti acara hiburan rakyat yang menampilkan pertunjukan tari dolalak.

Halaman:

Tags

Terkini