Manfaat pelatihan ini juga dirasakan oleh Danang Fitriansyah, yang kini sudah mampu memproduksi batako secara mandiri.
Kepala Lembaga Pemasyarakatan Khusus Kelas II A Karanganyar Nusakambangan, Riko Purnama Candra, menegaskan program FABA PLN tidak hanya menambah keterampilan, tetapi juga meningkatkan rasa percaya diri.
"Kita sudah melakukan pelatihan kepada 30 warga binaan dan itu dilatih langsung oleh pihak PLN. Alhamdulillah para warga binaan cepat sekali menangkap, antusias, dan bersemangat karena ini hal yang baru," ujarnya.
Ia berharap program ini berkelanjutan sehingga para narapidana benar-benar siap hidup mandiri saat kembali ke masyarakat.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyebut pemanfaatan FABA sebagai produk bernilai tambah merupakan implementasi aspek Environmental, Social, and Governance (ESG).
“Ini baru langkah awal. Bersama Kementerian IMIPAS, kami ingin memastikan program ini terus berlanjut, membawa manfaat ekonomi, sosial, dan tentu saja harapan bagi masa depan warga binaan,” ungkapnya.
Program Nusakambangan Berdaya tak hanya mendukung kemandirian warga binaan, tetapi juga menjadi solusi pemanfaatan limbah FABA dalam pembangunan infrastruktur sekaligus memperkuat konsep sirkular ekonomi.
Sekilas Tentang PLN
PT PLN (Persero) adalah BUMN kelistrikan yang terus berkomitmen dan berinovasi dalam memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggan.
PLN mengusung agenda Transformasi 2.0 dengan visi menjadi Top 500 Global Company dan menjadi pilihan nomor 1 bagi pelanggan untuk Solusi Energi melalui upaya pertumbuhan usaha, implementasi digitalisasi secara end to end, menjalankan transisi energi untuk mendukung tercapainya Net Zero Emissions (NZE), serta menghadirkan proses bisnis dengan SDM berkelas dunia.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!