SketsaNusantara.id - Rekam jejak pernyataan kontroversial beberapa anggota DPR RI berhasil membuat rakyat geram.
Mereka yang katanya wakil rakyat justru dengan mudahnya memberikan pernyataan yang tidak berpihak kepada rakyat.
Mulai dari Menteri, wakil ketua DPR hingga anggota komisinya, mereka seakan menunjukkan bahwa apa yang telah didapat dari kursi jabatannya tak pernah cukup atau sebanding dengan kinerja mereka.
Kemarahan rakyat memuncak setelah beredar kabar seorang ojek online meninggal setelah dilindas kendaraan taktis (rantis) Barracuda Brimob.
Kini pernyataan-pernyataan kontroversi dari para pemimpin kembali menjadi sorotan.
Berdasarkan pantauan tim Sketsa Nusantara di media sosial, beredar template "Rekap Pernyataan Jelek Pejabat Publik".
Dalam template story Instagram tersebut, enam pernyataan kontroversial dari para pemimpin disajikan.
Pertama, pernyataan Wakil Ketua DPR Adies Kadir. Belum lama ini, Adies Kadir menanggapi tunjangan rumah bagi para anggota DPR yang nilainya mencapai puluhan juta setiap bulannya.
Menurutnya, besaran tunjangan itu masih kurang bagi anggota DPR untuk bisa mendapatkan hunian yang layak dan dekat dari Gedung DPR.
"Kalau sekitar sini ngontrak atau kos kan 3 juta per bulan, yang didapat kan 50 juta per bulan. Kalau 3 juta kita kalikan 26 hari kerja berarti 78 juta per bulan. Padahal yang didapat cuma sekitar 50 juta per bulan, jadi mereka mash nombok lagi. Nanti kita pikirkan, kalau memang masih dikira 50 juta terlalu besar teman-teman (DPR) kita himbau, cari kos-kosan yang kira-kira 1 juta-an lah, kamar mandi luar atau seperti apa gitu," ucapnya.
Hal serupa juga pernah disampaikan Nafa Urbach. Artis yang kini menjadi anggota dewan ini sempat mengeluhkan macet saat hendak menuju ke Gedung DPR, sehingga menurutnya, tunjangan rumah bagi anggota DPR sangat perlu.