SketsaNusantara.id - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menanggapi usulan kontroversial dari salah satu anggota DPR RI terkait gerbong rokok.
Beberapa waktu yang lalu, Nasim Khan, anggota DPR RI meminta PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyediakan satu gerbong khusus untuk perokok di kereta jarak jauh.
Dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube Liputan6, Gibran dengan tegas menyatakan bahwa usulan tersebut bukanlah skala prioritas.
"Dalam merumuskan kebijakan ya itu ada yang namanya skala prioritas," tegas Gibran Rakabuming Raka.
"Ini nantinya tergantung kekuatan fiskal internal KAI," imbuhnya.
"Kalau pendapat saya pribadi lebih baik diprioritaskan untuk misalnya ibu hamil, balita, lansia, kaum difabel," tegasnya.
Bahwa jika ada anggaran fiskal KAI yang lebih, lebih baik dibuat untuk membangun fasilitas seperti yang disebutkannya diatas.
Gibran menganggap bahwa usulan gerbong rokok tidak sejalan dengan program kesehatan pemerintah yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto.
Untuk itu sebagai wakil Prabowo ia menekankan bahwa dalam perumusan kebijakan, harus ada skala prioritas yang mengedepankan kebutuhan masyarakat secara luas.
Menurut Gibran, jika ada anggaran atau "ruang fiskal" yang tersedia, akan lebih baik jika dana tersebut digunakan untuk hal-hal yang lebih penting dan mendesak.
Ia mencontohkan fasilitas yang harus lebih diprioritaskan, antara lain: