news

Gulalibooks, UMKM Binaan BRI Sukses Jadi Primadona Buku Anak Interaktif hingga Tembus Pasar Internasional

Sabtu, 16 Agustus 2025 | 13:42 WIB
Kehadiran Gulalibooks di pasar buku interaktif anak tanah air (Dok. BRI)

Momentum baru datang pada 2024, ketika Fauzia bergabung dalam program Pengusaha Muda Brilian (PMB) BRI.

Selama empat bulan, ia mengikuti pelatihan bisnis, pertemuan dengan investor, hingga membangun jejaring UMKM.

Baca Juga: Meriah! Momen Peresmian BRI Taipei, Dihadiri 5.000 PMI di Taiwan hinggga Penampilan Band GIGI

Usahanya berbuah manis setelah Gulalibooks meraih juara kategori Home Décor and Craft.

Sebagai pemenang, ia mendapatkan fasilitas pembiayaan dari BRI dengan bunga 0 persen.

“Manfaatnya sangat besar, mulai dari peningkatan kapasitas bisnis, perluasan jejaring, hingga akses pembiayaan yang membantu kami mengembangkan usaha,” terangnya.

Kini, Gulalibooks telah memasarkan produknya secara luas di dalam negeri melalui toko buku, perlengkapan bayi, pameran, hingga ribuan reseller.

Baca Juga: Resmikan Kantor di Taipei, BRI Buka Layanan untuk 360 Ribu PMI dan Targetkan Remitansi Triliunan Rupiah Tiap Tahun

Sementara di mancanegara, Gulalibooks sudah masuk ke Malaysia dan Singapura melalui jaringan distributor.

Selain mengembangkan pasar, usaha ini juga turut memberdayakan lebih dari 1.000 reseller yang mayoritas merupakan ibu rumah tangga yang telah diberikan pelatihan digital marketing, pengelolaan bisnis, hingga parenting.

Gulalibooks juga aktif bekerja sama dengan puluhan rumah baca di 16 provinsi untuk memperluas akses literasi anak di berbagai daerah.

Corporate Secretary BRI, Agustya Hendy Bernadi, menegaskan bahwa BRI berkomitmen mendukung UMKM naik kelas.

“Kami percaya, UMKM Indonesia punya potensi besar untuk bersaing di kancah global, dan kami siap menjadi mitra pertumbuhan mereka,” ujar Hendy.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini! 

Halaman:

Tags

Terkini