Dalam unggahannya, Susi Pudjiatuti menyertakan foto Zulhas yang bertuliskan pernyataannya yang menyebut musuh utama negara Indonesia adalah kemiskinan.
Unggahan tersebut mendapat beragam komentar dari warganet. Banyak yang menyindir korupsi merajalela dan menagih janji pengesahan Undang Undang Perampasan Aset.
Baca Juga: Polemik Tambang Nikel Raja Ampat, Susi Pudjiastuti Memohon Pada Prabowo Subianto untuk Lakukan ini
Selain itu, warganet juga menyinggung adanya kesenjangan sosial. Rakyat hidup makin terpuruk, sementara pejabat negara berfoya-foya menikmati hasil duit dari pajak yang dibayar oleh rakyat.
"Betul sekali bu, negara ini sudah full tikus baj***an! Sudah terlalu muak melihatnya. Mirisnya pejabat dan kepala negara anti kritik. Kesenjangan pejabat vs Rakyat. Pemerintah seenaknya menetapkan kebijakan, tetapkan tarif pajak yang makin merugikan rakyat," komentar salah satu netizen.
"Musuh utama pejabat korup itu adalah pegawai yang berintregritas tinggi, berakhlak mulia sampai mati pun dia tidak bisa di ajak kompromi. Musuh utama kita adalah PEJABAT yang KORUP, dan janji pengesahan UU Perampasan Aset cuma omon-omon," timpal netizen lainnya.
"Makin korup sebuah negara, makin banyak kebijakan dan aturan hukumnya. Korupsi memperparah kemiskinan di Indonesia. Anggaran yang harusnya dipakai menunjang pendidikan disalahgunakan, kesenjangan sosial di mana-mana, kesejahteraan rakyat cuma mimpi belaka," komentar netizen lainnya.
Susi Pudjiastuti kerap menyuarakan keprihatinannya di tengah maraknya kasus korupsi yang semakin merajalela di Indonesia.
Ia menyoroti penyalahgunaan anggaran pendidikan, bahkan sempat menandai akun Prabowo dalam salah satu cuitannya agar mengusut tuntas kasus judol dan megakorupsi yang berdampak buruk pada perekonomian nasional.
Tak hanya itu, Susi juga pernah menyinggung kasus koruptor yang telah merugikan negara namun justru dijatuhi hukuman ringan, dibandingkan dengan kasus pencurian sandal.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini