SketsaNusantara.id - Warga Jember, khususnya di Kecamatan Gumukmas, belakangan dihebohkan dengan penawaran minyak goreng murah. Menanggapi hal itu, Camat Gumukmas langsung memberikan peringatan kepada masyarakat.
Video yang viral beberapa hari terakhir menunjukkan minyak goreng dijual dengan harga hanya Rp10.000 per liter. Namun, harga menggiurkan itu datang dengan syarat yang cukup mengejutkan.
Pembeli minyak goreng murah tersebut diwajibkan menyerahkan fotokopi KTP dan berfoto selfie di lokasi pembelian.
Baca Juga: Fokus Penataan ASN, Bupati Jember Gus Fawait Cari Regulasi Tindak Lanjut Tenaga Honorer Non Data BKN
Fenomena ini memunculkan berbagai reaksi. Di satu sisi, banyak warga tertarik karena harganya jauh di bawah pasaran, apalagi di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok. Namun, di sisi lain, muncul kekhawatiran soal privasi data pribadi dan potensi penyalahgunaan KTP serta foto diri yang diminta.
Menanggapi fenomena yang sedang ramai di media sosial, Camat Gumukmas memberikan peringatan kepada warganya. Ia meminta masyarakat lebih berhati-hati dan tidak melayani permintaan seperti itu.
"Saya, Camat Gumukmas, mengimbau kepada seluruh warga masyarakat apabila ada tamu atau orang yang mengaku dari lembaga keuangan tertentu kemudian meminta data diri berikut dengan foto diri bersama KTP-nya, mohon tidak dilayani," tegas Camat Gumukmas.
Selain itu, ia juga meminta warga untuk segera melapor kepada pihak RT atau RW jika menemukan hal serupa.
"Dan kami imbau agar segera melapor kepada Ketua RT, Ketua RW, Kasun, dan Pak Kades setempat," ujarnya, dilansir dari SketsaNusantara.id, dikutip dari akun TikTok @Nino Eka Doni.
"Kami mohon warga Gumukmas kooperatif dengan hal ini dan tidak mudah tergiur atas iming-iming pinjaman atau hadiah apa pun," tambahnya lagi.
Namun, dari banyaknya komentar warga di akun TikTok Camat Gumukmas, fenomena minyak goreng murah bersyarat KTP dan foto diri ternyata sudah sering terjadi.
Beberapa warga bahkan menyebut mereka mendapat minyak goreng murah itu melalui rumah RT atau bahkan rumah kepala desa setempat.
"Di rumahku malah kumpulnya di rumah RT-nya," tulis akun @Ayu***.
"Aku malah di rumah Kades," jawab @Aul***.
"Bahayanya apa ya, soalnya kemarin baru dapat aku," ujar @dip***.
"Walah, kemarin malah ibuku ikut beli. Katanya itu program Prabowo," lanjut @fua***.