news

Hasil Autopsi Jenazah Juliana Marins, Dokter Forensik Ungkap Penyebab Kematian Pendaki Brasil yang Jatuh di Gunung Rinjani

Jumat, 27 Juni 2025 | 12:34 WIB
Ilustrasi hasil autopsi Juliana Marins (Freepik/peoplecreations)

 

SketsaNusantara.id - Autopsi Juliana Marins, pendaki asal Brasil yang tewas usai terjauh di Gunung Rinjani akhirnya selesai.

Hasil autopsi pendaki wanita berusia 27 tahun ini diungkap Dokter Spesialis Forensik RS Bali Mandara, dr. Ida Bagus Putu Alit.

Kepada wartawan, dr. Ida Bagus Putu Alit mengungkapkan penyebab kematian Juliana Marins yang jatuh ke jurang pada Sabtu, 21 Juni 2025 lalu.

Baca Juga: Resiko Turbulensi hingga Tebing Curam, Ini Jawaban Mengapa Helikopter Tim SAR Tak Bisa Menjangkau Juliana Marins

Berdasarkan hasil autopsi, penyebab kematian Juliana Marins yakni luka yang disebabkan benturan keras.

“Untuk sementara adalah benda tumpul yang menyebabkan patah tulang dan pendarahan,” ungkap dr. Ida kepada wartawan pada Jumat, 27 Juni 2025.

Benturan keras tersebut menyebabkan tubuh korban dipenuhi luka hingga menyebabkan patah tulang dan pendarahan di organ dalam.

Baca Juga: Ngeri! Foto Agam Rinjani dan 3 Relawan Tim SAR 'Nginep' di Tebing saat Evakuasi Pendaki Brasil Juliana Marins

Hasil tersebut didapat dari luasnya pendarahan yang ditemukan tim forensik saat melakukan autopsi.

“Pendarahan begitu luas kemudian juga patah tulang dan luka-luka itu multiple, jadi hampir ada seluruh tubuhnya termasuk juga organ-organ dalam yang ada di dada dan perut,” imbuhnya.

Dokter Ida Bagus juga menambahkan, luka paling parah yang ditemukan berada di bagian punggung dan dada korban.

Baca Juga: Belajar dari Kasus Juliana Marins di Gunung Rinjani, Warganet Sarankan Pemerintah Gunakan Drone untuk Misi Penyelamatan di Area Wisata Beresiko Tinggi

“Terparah itu yang berhubungan dengan penapasan, yaitu ada luka-luka terutama di daerah dada sama bagian punggung,” tuturnya.

Halaman:

Tags

Terkini