Ia juga menegaskan, dari hasil autopsi, pola luka yang ditemukan pada tubuh Juliana Marins merupakan luka lecet geser, sesuai dengan kondisinya yang terjatuh hingga ke kedalaman 600 meter.
Sebelumnya, proses autopsi Juliana Marins sempat tertunda.
Jenazah yang berhasil dievakuasi pada 26 Juni 2025 awalnya dibawa Rumah Sakit RS Bhayangkara Mataram.
Lalu selanjutnya, jenazah dibawah ke RSUD Bali Mandara untuk dilakukan proses autopsi.
Jenazah yang berangkat dari RS Bhayangkara Mataram pada Kamis sore, 26 Juni 2025 pukul 15.20 WITA tiba di RS Bali Mandara pada Kamis malam.
Sehingga autopsi Juliana Marins baru bisa dilakukan pada Jumat pagi, 27 Juni 2025.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
9 Kasus Pendaki Terjatuh hingga Hilang di Gunung Rinjani, Terbaru WNA Brasil yang Terperosok ke Danau Sagara Anak
Mengenal Golden Times 72 Jam, Merujuk Peluang Hidup Krusial dalam Kasus Meninggalnya Juliana Marins di Gunung Rinjani
Sederet Fakta Mengejutkan Terkait Kasus WNA Brasil yang Terjatuh di Gunung Rinjani, Juliana Marins Baru Pertama Kali Mendaki Gunung?
3 Fakta Basarnas, Tim SAR Indonesia yang Dibully Netizen Brasil dalam Evakuasi Juliana Marins di Rinjani, Terbaik di Asia Pasifik?
Konflik Iran dan AS Picu Kekhawatiran, Ini Analisis Bung Kus soal Nasib Iran di Piala Dunia 2026
Presiden Prabowo Resmikan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi dan Tenaga Surya di Kabupaten Bondowoso
Polri Luncurkan PoliceTube, Platfom Mirip YouTube Berisi Konten Kinerja Polisi, Netizen Kembali Ungkit Briptu Norman Kamaru
Baru Setahun Menikah Usai Cerai dari Dedi Mulyadi, Rumah Tangga Anne Ratna Mustika Dikabarkan Retak! OTW PA Part 2?