Persoalan selanjutnya adalah transportasi dan tenda di Arafah, Mina, dan Muzdalifah (Armuzna) dimana banyak jemaah haji Indonesia yang terlambat diangkut ke Arafah dan menimbulkan kekhawatiran Kementerian Haji Arab Saudi.
Baca Juga: Momen Lucu Afgan saat Menjawab Pertanyaan Ibadah Haji dari Ketua Rombongan
Hal-hal itulah yang menurut Mochammad Irfan Yusuf menjadi latar belakang bagi Kementrian Haji Arab Saudi untuk mengurangi hingga 50 persen kuota.
Namun ia juga menjelaskan meskipun saat ini Kementrian Haji Arab Saudi memiliki wacana untuk mengurangi hingga 50 persen kuota haji asal Indonesia, namun pihak Indonesia sendiri saat ini sudah membentuk Badan Penyelenggara Haji (BPH).
"Insyaallah mereka memahami dan pengurangan (kuota) itu tak akan terjadi dan kami tetap berkomunikasi terus (dengan Kementrian Haji Arab Saudi)," tegasnya.
Untuk itu saat ini Indonesia tengah bernegosiasi, berupaya meyakinkan Arab Saudi untuk menyelamatkan kuota haji Indonesia 2026 agar tak dikurangi seperti wacana yang beredar dengan upaya perbaikan management haji.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini