SketsaNusantara.id - Kabar duka datang dari Tanah Suci. Dua jamaah haji asal Kabupaten Jember, Jawa Timur, dilaporkan meninggal dunia saat menjalankan rangkaian ibadah haji tahun 2025 di Makkah, Arab Saudi.
Kementerian Agama Republik Indonesia melalui situs resminya menyampaikan bahwa kedua jamaah telah dimakamkan di Pemakaman Ma'la, Makkah, usai disalatkan di Masjidil Haram.
Jamaah pertama yang wafat adalah Jasmi Paimin Paejan, perempuan berusia 85 tahun asal Kecamatan Jenggawah.
Berdasarkan data resmi dari Kementerian Agama, almarhumah menghembuskan napas terakhirnya pada 24 Mei 2025 pukul 21.24 Waktu Arab Saudi di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah.
Jasmi merupakan jamaah haji reguler dari Embarkasi Surabaya (SUB) kloter 32. Meski usianya sudah lanjut, semangatnya untuk menunaikan rukun Islam kelima tetap tinggi hingga akhir hayat.
Jamaah kedua adalah Abdul Mai Muhamad Hariyanto, pria berusia 72 tahun dari Kecamatan Sumbersari. Beliau meninggal pada 31 Mei 2025 pukul 13.16 Waktu Arab Saudi, juga di fasilitas kesehatan yang sama, yakni KKHI Makkah. Abdul Mai tercatat sebagai jamaah reguler dari kloter 50 Embarkasi Surabaya.
Dimakamkan di Ma’la, Tempat Peristirahatan Para Syuhada dan Ulama
Keduanya menjalani proses pemulasaran jenazah sesuai prosedur haji yang berlaku.
Proses tersebut mencakup pemandian jenazah, pengkafanan, hingga salat jenazah di Masjidil Haram. Hal ini merupakan bentuk penghormatan tertinggi dalam pelaksanaan ibadah haji bagi mereka yang wafat di Tanah Suci.
Setelah disholatkan, jasad kedua jamaah asal Jember itu dimakamkan di Pemakaman Ma'la, salah satu pemakaman bersejarah di Kota Makkah.
Ma'la dikenal sebagai tempat peristirahatan terakhir para sahabat Nabi, ulama, dan tokoh-tokoh Islam, sehingga pemakaman di tempat ini dianggap sebagai kehormatan besar bagi umat Muslim.
Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti penyebab wafatnya kedua jamaah tersebut, namun faktor usia dan kelelahan fisik sering menjadi tantangan utama selama pelaksanaan ibadah haji yang memerlukan stamina dan kondisi kesehatan prima.