Selain menunjukkan sikap terbuka terhadap kritik atau sindiran publik, pernyataan tersebut juga memperlihatkan bagaimana Dedi memahami dinamika komunikasi politik di era digital.
Lebih lanjut, Dedi mengakui bahwa masyarakat kini lebih menyukai tokoh-tokoh yang aktif dan rutin muncul di media sosial. Menurutnya, kedekatan dengan publik tak hanya dibangun lewat kebijakan, tetapi juga lewat konsistensi hadir dalam kehidupan digital warganya.
Ia menyebut beberapa tokoh publik, termasuk Helmi Yahya, sebagai contoh figur yang berhasil memanfaatkan media sosial untuk tetap relevan dan disukai.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!