SketsaNusantara.id - Pemerintah Kabupaten Jember terus berbenah dalam penataan lahan pertanian di Jember, yang mendapat banyak keluhan dari masyarakat.
Bupati Jember Muhammad Fawait mengatakan, soal alih fungsi lahan ini memang menjadi persoalan karena saat ini Presiden Prabowo ingin swasembada pangan.
"Kami menangkap kekhawatiran petani soal lahan pertanian ini, kita pastikan sesuai arahan presiden, akan menata lahan pertanian dan non pertanian di Jember," ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis, 22 Mei 2025.
Baca Juga: Bupati Jember Gus Fawait Salurkan Sejumlah Bantuan Pertanian Mulai Alsintan hingga Benih Padi
Persoalan lahan pertanian yang beralih ke perumahan memang meninggalkan persoalan tersendiri, tetapi komitmen Bupati Jember Gus Fawait terhadap pertanian tinggi.
"Kalau lahan pertanian yang mungkin digunakan untuk perumahan, maka kita akan dibuka lahan pertanian lagi hal ini bertujuan untuk mempertahankan Jember sebagai lumbung pangan," imbuhnya.
Apalagi menurutnya, setelah lawatan ke Jakarta beberapa waktu lalu mendapatkan beberapa masukkan dan solusi terkait persoalan lahan pertanian ini.
"Maka kemarin kita bertemu Wamentan, dan beliau akan datang ke Jember untuk menyerap langsung aspirasi para petani," sambungnya.
Gus Fawait juga mengungkan, akan mengoptimalisasi lahan di Jember sebesar 6000 hektar.
"Intinya kami akan bersinergi dengan pemerintah pusat dalam optimalisasi lahan pertanian ini," terangnya.
Ia menambahkan, termasuk akan menyelesaikan persoalan lahan petani yang bertahun-tahun bersengketa.
"Soal pertanahan di periode kami ini, akan kami selesaikan dan mendapatkan kejelasan soal status tanah para petani ini," tegasnya.