Lalu untuk percakapan sehari-hari dengan volume normal, tingkat kebisingannya mencapai angka 60-70 dB.
Tingginya tingkat kebisingan sound horeg tentu saja dapat berbahaya bagi manusia.
Baca Juga: Wadahi Komunitas Sound Horeg di Jember, Gus Fawait Komitmen Berikan Penataan dan Pengungkit Ekonomi
Dokter spesialis telinga, hidung dan tenggorokan (THT) dr. Arne Laksmiasanti., Sp.THT-KL menyebutkan bahwa tingkat kebisingan sound horeg bisa menggangu pendengaran.
“Gangguan tersebut masuk ke dalam tipe sarat atau sensorineural yang mengakibatkan kerusakan struktur seerabut saraf telinga bagian dalam,” ujar Arne seperti dikutip SketsaNusantara.id dari laman resmi Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Selain itu, desibel tinggi dari sound horeg juga bisa mengakibatkan kerusakan koklea yang memicu gangguan pendengaran permanen.
Selain berbahaya bagi manusia, volume tinggi dan getaran sound horeg juga kerap menimbulkan kerusakan.
Di Malang misalnya, pada Agustus 2024 lalu beredar video di media sosial yang memperlihatkan etalase sebuah toko jatuh akibat getaran sound horeg.
Kejadian serupa juga terjadi di Malang pada September 2024 lalu.
Di mana plafon rumah salah seorang warga ambruk akibat dentuman keras sound horeg.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!