Tak berhenti di situ, ia kembali menempuh pendidikan di Institut Ilmu Keuangan Jurusan Akuntansi dan lulus pada tahun 1973.
Karier
Sebelum pensiun pada tahun 2014, Hadi Poernomo pernah memegang sejumlah jabatan penting.
Ia mengawali kariernya sebagai ASN di Dirjen Pajak pada tahun 1965.
Sebagai ASN, ia pernah ditugaskan di berbagai daerah seperti di Kantor Pajak Balikpapan, Malang hingga Kantor pusat Dirjen Pajak di Jakarta.
Pada tahun 2006, ia dipercaya sebagai anggota Dewan Analisa Strategis di BIN (Badan Intelegen Negara).
3 Tahun kemudian, ia dipercata untuk menggantikan Anwar Nasution sebagai Ketua BPK 2009-2014.
Kasus
Usai menjadi Ketua BPK, Hadi Poernomo pensiun sebagai ASN pada tahun 2014.
Di saat bersamaan, ia ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi terkait permohonan keberatan pajak yang diajukan Bank BCA.
Dugaan korupsi ini terjadi saat Hadi Poernomo menjabat sebagai Direktur Jenderal Pajak tahun 2001-2006.
Pria beragama Islam ini dijerat pasal 2 Ayat 1 dan atau Pasal 3 Undang-Undang Peberantasan Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.
Tak terima dengan status tersangka yang disematkan padanya, Hadi Poernomo mengajukan praperadilan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.