Namun hal itu menjadi menjadi kewenangan uskup diosesan atau kepala biara masing-masing, bukan tanggung jawab Kardinal Tagle secara langsung, terutama sejak penunjukannya untuk posisi penuh waktu di Kuria Roma.
Isu ini tentu menjadi sorotan menjelang konklaf dan dapat mempengaruhi pandangan para kardinal elektor terhadap Kardinal Tagle.
Meskipun demikian, saat ini isu tersebut masih berupa tuduhan dari sebuah kelompok pemerhati dan belum ada bukti konkret yang mendukung keterlibatan langsung Kardinal Tagle dalam kasus pelecehan seksual.
AFP tidak menemukan dokumen keterlibatan Tagle yang dimaksud oleh Konferensi Waligereja Filipina (CBCP) dan keuskupan Manila hingga saat ini juga tak merespon isu tersebut.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini