news

Curhatan Ibu Seorang Anak yang Dikirim Dedi Mulyadi ke Barak TNI: 'Saya Sudah Tidak Sanggup...'

Jumat, 2 Mei 2025 | 18:44 WIB
Orang tua siswa yang dianggap nakal curhat setelah anaknya dikirim ke barak TNI. (Kolase tangkap layar YouTube.com / Kang Dedi Mulyadi Channel)

SketsaNusantara.id - Kebijakan tidak biasa diterapkan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Siswa yang tergolong nakal akan dikirim ke barak militer untuk dibina.

Langkah ini telah dijalankan. Beberapa siswa dikirim ke Markas Resimen Armed 1 Kostrad Sthira Yudha di Purwakarta, Jawa Barat.

Program ini berlangsung selama 6 bulan. Tujuannya membentuk karakter dan kedisiplinan siswa yang dinilai berperilaku menyimpang.

Baca Juga: Banyak Diperdebatkan, Kak Seto Angkat Bicara Program Siswa Bermasalah Masuk Barak Militer Inisiasi Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi

Orang tua siswa disebut telah memberikan izin. Bahkan ada yang dengan sukarela menyerahkan anaknya, berharap karakter anak berubah lebih baik.

Program pengiriman siswa ‘nakal’ ke barak militer Tentara Nasional Indonesia (TNI) kini mulai dijalankan di Jawa Barat. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menggagas kebijakan ini sebagai upaya mengatasi kenakalan remaja yang kian mengkhawatirkan, terutama di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Saat ini, beberapa siswa telah dikirim ke Markas Resimen Armed 1 Kostrad Sthira Yudha yang berada di Kabupaten Purwakarta. Mereka akan menjalani pendidikan kedisiplinan ala militer selama enam bulan penuh.

Baca Juga: Viral Aksi Siswa SMA Yadika 8 Bekasi Bersihkan Sungai, Dedi Mulyadi Dukung dan Janjikan Nilai Tinggi

Langkah ini diambil bukan tanpa dasar. Menurut Dedi, kekerasan yang melibatkan siswa semakin sering terjadi, bahkan banyak di antaranya berasal dari anak-anak usia SMP.

"Sekarang ini, yang ganas-ganas itu memang dari anak SMP, sering banyak kasus kekerasan," tutur Dedi, sebagaimana tayang dalam kanal YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel pada Kamis, 1 Mei 2025.

Salah satu kisah yang mengemuka adalah pengakuan Ela, seorang ibu asal Desa Cibodas, Kecamatan Bungursari, Purwakarta. Ia dengan sadar menyerahkan anaknya yang duduk di bangku SMP untuk mengikuti program ini.

Baca Juga: Tak Terima Dedi Mulyadi Disebut Gubernur Konten, Lita Gading Pertanyakan Kinerja Rudy Mas’ud: Sudah Menghasilkan Apa? Uangnya dari Mana?

"Dia (anak Ela) sering ikut tawuran di sawah, sama teman-temannya," ungkap Ela kepada Dedi. Tawuran tersebut membuat Ela khawatir dan merasa tidak lagi mampu membina sang anak sendirian.

Ela menjelaskan bahwa kondisinya sebagai ibu tunggal menjadi salah satu alasan mengapa ia tidak sanggup lagi mengarahkan anaknya dengan maksimal. Selain harus bekerja, ia juga telah bercerai dan menitipkan anaknya pada sang nenek.

Halaman:

Tags

Terkini