Lebih jauh, Gus Kautsar mengajak masyarakat untuk tidak terus-menerus berprasangka buruk kepada pemimpin, sembari mengakui pentingnya kritik yang membangun.
“Apa salahnya sih berterima kasih, apa tidak bisa melihat hal yang positif dari orang lain. Kok sama pemimpin suudzon terus, meskipun kritikan itu penting,” tegasnya.
Menurutnya, setiap pemimpin tentu memiliki kelebihan dan kekurangan. Namun, yang patut diingat adalah kontribusi nyata mereka bagi rakyat, termasuk bagi dunia pesantren.
“Ingat hal baiknya, kok sama pemimpin suudzon terus,” ujarnya menambahkan.
Gus Kautsar juga mengungkap bahwa dalam pertemuan dengan Jokowi, mereka sempat membicarakan soal perhatian terhadap pesantren, santri, dan pendidikan keagamaan di Indonesia.
Baca Juga: Ternyata Ini Alasan Jokowi Baru Laporkan Kasus Ijazah Palsu: Agar Lebih Gamblang...
“Pak Jokowi dulu harus kita ingat juga, jasa beliau ke santri nyata sampai ada hari santri. Kemudian soal gaji guru, kemudian soal pendidikan pesantren,” jelasnya.
Ia menutup ceritanya dengan menyebut bahwa ia juga menyampaikan sejumlah aspirasi para santri agar bisa diteruskan ke Presiden terpilih Prabowo Subianto.
“Makanya banyak hal masukkan keluhan kami sampaikan ke Pak Jokowi, untuk disampaikan ke Presiden Prabowo terkait komitmen kepada para santri,” pungkasnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI