3. Pernah Digugat atas Dugaan Malpraktik
Belum lama ini, Clinique Suisse disorot karena dianggap tak profesional dalam mengangani pasien. Salah satunya yang menimpa seleb tiktok Mee Flome.
Melalui akun TikToknya, Mee Flome mengaku jadi korban malpraktik yang mendadak kejang-kejang saat menjalani operasi di klinik tersebut.
Mirisnya, tim medis dan nakes Clinique Suisse menganggap Mee Flome mengalami "kesurupan" hingga akhirnya koma selama 1 bulan.
Kasus Meme Flome bukan satu-satunya tuduhan malpraktik yang terjadi di Clinique Suisse. Pada Oktober 2024 lalu, klinik ini dilaporkan dan digugat ke pengadilan atas dugaan malpraktik terhadap pasien bernama Santi Dewi.
Dalam postingan di akun Instagram @belle8013santi, Santi Dewi menyebutkan bahwa dirinya mengalami komplikasi serius setelah menjalani prosedur di Clinique Suisse.
Sempat dilayangkan somasi hingga gugatan ke pengadilan, tampaknya kasus ini tidak membuahkan hasil signifikan.
Tidak ada respons dan itikad baik dari Clinique Suisse untuk bertanggung jawab padahal sudah merugikan pasien, meski sudah ada pangilan dari Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.
4. Dianggap Tak Profesional, Sebabkan Pasien Koma Akibat Kesalahan Anestesi
Pada Mei 2024, influencer bernama Meme Flome, menjalani prosedur operasi plastik di Clinique Suisse. Namun, apa yang seharusnya menjadi langkah untuk meningkatkan penampilan berubah menjadi mimpi buruk.
Meme mengalami kejang-kejang selama 12 jam akibat dugaan overdosis anestesi selama prosedur operasi plastik. Bukannya segera mendapatkan penanganan medis yang memadai, pihak klinik justru mengira Mee Flome "kesurupan".
Respons ini memicu kemarahan publik, nakes di klinik dianggap tak profesional setelah Meme mengungkap kronologi hingga perkembangan kondisinya di media sosial. Kondisi Meme memburuk, dan ia akhirnya koma selama hampir satu bulan.
Selama setahun pasca-kejadian, Meme menjalani pemulihan intensif karena mengalami kerusakan saraf akibat overdosis anestesi tersebut.