Setelah lebih dari 20 jam berjuang, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Israel mengumumkan bahwa api akhirnya berhasil dikendalikan pada hari Kamis, 24 April 2025.
Upaya pemadaman ini melibatkan relawan dengan enam pesawat dan lebih dari 100 truk pemadam. Meski api sudah padam, otoritas Israel kembali memperingatkan terkait kondisi cuaca ekstrem dengan suhu tinggi dan musim kering yang bisa meningkatkan risiko kebakaran.
Dampak kebakaran cukup signifikan. Sekitar 10.000 dunam (1.000 hektar) lahan hangus terbakar, namun otoritas Israel memastikan tidak ada korban jiwa dan tak ada kerusakan besar yang mengenai pemukiman warga.
Meski begitu, beberapa petugas pemadam mengalami luka ringan, bahkan ada yang orang dirawat di rumah sakit akibat menghirup asap.
Yedioth Ahronoth, situs berita Israel menyebut jalan-jalan utama yang sempat ditutup, kini telah dibuka kembali, demikian pula layanan kereta api yang sebelumnya terhenti akibat musibah kebakaran ini.
Evakuasi warga di wilayah yang terdampak juga telah selesai dilakukan, dan mereka diizinkan kembali ke pulang ke rumah masing-masing.
Peristiwa ini menarik perhatian global, termasuk di Indonesia, meski reaksi warganet justru mengejutkan.
Alih-alih bersimpati, banyak netizen Indonesia menganggap kebakaran ini sebagai "adzab Tuhan" sebagai balasan atas tindakan tentara Israel yang membombardir warga Gaza di Palestina.
"Adzab tuhan itu nyata. Ketika kita berdoa untuk keselamatan Palestina yang menderita karena serangan genosida tentara Israel yang menghancurkan Gaza, Allah menunjukkan cara-Nya dengan memberikan balasan yang pedih," komentar salah satu netizen.
"Kemarin Amerika kebakaran dan sekarang Israel, inilah kuasa Allah yang ingin ditunjukkan bagi kalian yang bikin anak-anak di Gaza mati kelaparan, warga Palestina yang terluka gak bisa dapat perawatan kesehatan yang layak," imbuh netizen lainnya.
Sentimen ini mencerminkan kemarahan publik Indonesia terhadap konflik Israel-Palestina. Sebelumnya sempat dikabarkan akan ada gencatan senjata namun terancam gagal karena israel menyebut masih ada sandera yang tertahan di Gaza.
Terlebih, sejak bulan Maret 2025 lalu, serangan Israel ke Gaza terus berlanjut, menjadikan momen Lebaran di Palestina dipenuhi duka mendalam karena banyak anak-anak yang jadi korban.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini