SketsaNusantara.id- Sebanyak 800 wisudawan menyandang gelar akademiknya setelah lulus dari Universitas Jember. Kegiatan upacara wisuda itu berlangsung di Gedung Audotorium Kampus Tegalboto, Sabtu 19 April 2025.
Diantara 800 wisudawan itu, ada kisah inspiratif dari mahasiswi bernama Holifatul Jannah yang merupakan anak petani sederhana. Holifa harus kuliah sambil berjualan demi mengejar mimpinya untuk menjadi seorang sarjana.
Holifa merupakan mahasiswi lulusan Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Keperawatan Unej. Ia lahir di Situbondo dan tumbuh dalam lingkungan yang serba terbatas.
Baca Juga: Hari Kedua Libur Panjang, KAI Daop 9 Jember Catat Ribuan Penumpang Libur Panjang
Sejak SMA, Holifa sudah membantu untuk meringankan beban orang tuanya dengan membuka usaha dagang.
“Sebenarnya dari dulu saya memang suka berjualan, dari SMA saya juga sudah sambil bekerja. Selain menambah pemasukan, berjualan juga meringankan beban orang tua saya,” katanya, Sabtu 19 April 2025.
Menurut Holifa, berjualan membuatnya memiliki pengalaman terlebih dahulu mengenai dunia bisnis. “Berjualan menjadi pengalaman berharga bagi saya untuk mengenal dunia bisnis,” ujarnya.
Kendati membuka usaha dengan berdagang, Holifa tidak putus asa dalam belajar. Justru, hal tersebut membuatnya lebih bersemangat untuk mencapai mimpinya menjadi seorang sarjana.
“Saya ingin membuktikan kepada semua orang bahwa anak petani juga berhak mengenyam pendidikan sarjana dan bisa merubah nasib keluarga,” paparnya.
Menurutnya, tantangan terbesar baginya ialah membagi waktu. Pasalnya, selain kulian dan berjualan, Holifa juga mengikuti kegiatan organisasi.
“Saya mencoba enjoy melakukan semua kegiatan. Saat ada waktu luang, saya melakukan hobi saya atau berjalan-jalan,” jelasnya.
Holifa juga berpesan kepada para mahasiswa yang juga berasal dari keluarga yang sederhana, agar tidak mudah menyerah dan patah semangat. Sebab, setiap proses penempaan itu akan membentuk karakter dan menjadikan kepribadian seseorang menjadi lebih baik.