news

Perbedaan Politik Orang Tua 'Kenceng' Namun Hangat di Ulang Tahun Didit, Direktur Trias Politika Sebut Poin Penting Kebersamaan Anak Mantan Presiden

Selasa, 25 Maret 2025 | 21:20 WIB
Momen keakraban anak-anak presiden pada ulang tahun Didit Prabowo (Instagram @agusyudhoyono)

SketsaNusantara.id - Agung Baskoro, Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis, menyoroti nilai positif dari berkumpulnya putra dan putri mantan Presiden RI pada perayaan ulang tahun Didit Hediprasetyo, putra tunggal Prabowo Subianto dan Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto).

Momen berkumpulnya anak anak mantan presiden di Indonesia yang terlihat akrab dan hangat mendapatkan apresiasi darinya.

"Saya mengapresiasi Mas Didit karena membuat acara yang bermakna," ujar Agung Baskoro dilansir SketsaNusantara.id dikutip dari kanal YouTube KOMPAS TV.

Baca Juga: Sebut di Atas Politik Ada Kemanusiaan, Yenny Wahid Ungkap Alasan Putra-putri Mantan Presiden Berkumpul Akrab Pada Ulang Tahun Putra Presiden Prabowo

"Sebab ia mampu mengumpulkan putra dan putri presiden dengan lengkap," imbuhnya.

"Itu luar biasa atau sangat istimewa menurut saya pribadi," imbuhnya lagi bahwa momen berkumpulnya anak-anak mantan presiden pada acara non formal merupakan saat-saat istimewa.

Menurut Agung, momen kebersamaan yang dilakukan ditengah hiruk pikuk politik namun sama sekali tak berkaitan dengan politik menunjukkan bahwa perbedaan politik tidak menghalangi hubungan persahabatan dan kekeluargaan.

Baca Juga: Siapa Dragan Talajic? Pelatih Bahrain yang Yakin Menang Lawan Indonesia dan Ejek Pemain Naturalisasi

Ia menilai bahwa pertemuan itu dapat menjadi simbol persatuan dan rekonsiliasi, terutama di tengah polarisasi politik yang kerap terjadi di Indonesia.

Untuk itu ia ingin forum semacam ini bisa sering dilakukan sebab memberikan gambaran situasi kondisi yang kondusif serta kohesi sosial politik Indonesia membaik.

"Karena selama ini politik bapak ibunya kenceng, tapi kalau anak-anaknya adem, hangat, cair sehingga bukan tidak mungkin bapak ibunya juga bisa lebih luwes, lentur dan elastis seperti anak-anaknya," harap Agung.

Baca Juga: Jelang Hari Raya Idul Fitri, Bupati Jember Cek Stabilitas Harga Pasar Tradisional dan Pusat Perbelanjaan

"Kalau bapak ibunya belum bisa memulai ya sudah anak-anaknya saja yang memulai dan ini future (masa depan) Indonesia seperti ini," imbuhnya.

Untuk itulah menurut Agung, berdasarkan satu momen itu saja ia berpandangan bahwa sebuntu apapun komunikasi para pemimpin bangsa, namun dengan hubungan baik anak-anaknya maka akan mampu membangun Indonesia lebih konstruktif.

Halaman:

Tags

Terkini