BRI juga berperan dalam penyaluran Social Loan dengan total Rp698,7 triliun, yang mayoritas digunakan untuk mendukung sektor UMKM sebagai tulang punggung perekonomian nasional.
3. Pilar Governance: Tata Kelola Transparan dan Anti-Greenwashing
Dari sisi tata kelola, BRI memastikan bahwa seluruh proses bisnisnya sejalan dengan standar etika global. Perseroan juga menerapkan sistem tata kelola yang transparan guna menghindari praktik greenwashing, serta meningkatkan pengelolaan risiko ESG, termasuk risiko siber.
Untuk mendukung keuangan berkelanjutan, BRI menerbitkan Green Bond dengan total nilai Rp13,5 triliun sejak 2022. Penerbitan ini terbagi dalam beberapa tahap, di mana Green Bond tahap pertama sebesar Rp5 triliun pada 2022 mengalami oversubscribe, mencerminkan tingginya minat investor terhadap instrumen keuangan berkelanjutan.
Penerbitan Green Bond tahap kedua sebesar Rp6 triliun dilakukan pada Oktober 2023, diikuti tahap ketiga senilai Rp2,5 triliun pada Maret 2024.
Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik, menegaskan bahwa penerapan ESG kini menjadi bagian integral dari strategi bisnis perusahaan. Investasi berkelanjutan pun mengalami pertumbuhan signifikan, ditandai dengan peningkatan nilai aset kelolaan dari produk investasi bertema ESG.
BRI terus berupaya meningkatkan peranannya dalam mendukung bisnis berkelanjutan melalui penerapan ESG yang komprehensif. Dengan inisiatif ini, BRI tidak hanya menciptakan nilai bagi perusahaan, tetapi juga bagi lingkungan dan masyarakat luas.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!