Ia juga menambahkan bahwa BRI akan memanfaatkan jaringan luasnya untuk memperluas akses layanan bullion bank ke berbagai lapisan masyarakat.
Baca Juga: Keamanan Dana Nasabah Terjamin, BRI Tunjukkan Fundamental Bisnis yang Kokoh
Sejalan dengan itu, Direktur Utama Pegadaian, Damar Latri Setiawan, menyampaikan optimismenya terhadap dampak positif bank emas.
“Bank Emas Pegadaian akan menjadi sumber pertumbuhan baru dengan proyeksi peningkatan laba sebesar 13% di tahun 2025 serta total Gold Deposit Balance mencapai 12 ton,” ungkapnya.
Melalui Holding Ultra Mikro yang terdiri dari BRI, Pegadaian, dan PNM, layanan keuangan berbasis emas kini lebih mudah diakses oleh masyarakat, termasuk segmen usaha ultra mikro. Hingga akhir 2024, Holding UMi telah melayani lebih dari 183 juta nasabah simpanan dan 35,9 juta nasabah pinjaman dengan total penyaluran kredit mencapai Rp626,6 triliun.
Baca Juga: BRI Peduli Yok Kita Gas! Inisiatif Hijau yang Mengubah Sampah Jadi Berkah dan Mengurangi Emisi
Selain itu, BRI juga meluncurkan fitur Investasi Emas di BRImo, memungkinkan masyarakat mulai berinvestasi emas dengan nominal terjangkau, mulai dari Rp10.000. Sejak diperkenalkan pada Februari 2024, fitur ini telah mencatat transaksi senilai Rp279,8 miliar hingga akhir 2024.
Peresmian Bank Emas Pegadaian ini menjadi langkah besar dalam mendorong inklusi keuangan dan memperkuat ketahanan ekonomi nasional.
Dengan dukungan penuh dari pemerintah, BRI Group, dan sektor terkait, layanan ini diharapkan dapat membawa manfaat nyata bagi masyarakat Indonesia, terutama dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi melalui investasi emas yang lebih inklusif dan terjangkau.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini