Menurut Gibran, program ini membantu bidang pendidikan agar dapat meningkatkan kepedulian siswa siswi terhadap kebersihan dan kesehatan diri.
"Agar bisa sama-sama glowing dan lebih percaya diri dalam beraktivitas," lanjutnya.
Beragam komentar nyinyir netizen kritisi inisiasi program mulia Gibran di bidang pendidikan tapi dianggap tak sesuai dengan kebutuhan siswa.
Kritik warganet terang meminta Gibran untuk lebih memperhatikan bagaimana aspek literasi di sekolah lebih dipentingkan diberikan daripada skincare.
Di Indonesia memang tengah gencar soal mafia skincare yang menyeret nama-nama artis dan selebgram ternama.
Salah satunya kasus pengusaha skincare SS (Shella Saukia) dan seterunya Doktif.
Apakah Wapres Gibran mengikuti tren perkembangan skincare ala Doktif dan SS?
"Instead of bagi-bagi skincare, boleh pak bagi-bagi buku, isi kepala mereka tuhh lebih penting kan pakkk daripada bagaimana penampilannya," komentar @irbah***
"Prioritas nya aneh," komentar @drop***
"Skincare lebih bermutu daripada pendidikan y hebat!!!" komentar @gideon***
"SUMPAH BARU TAU WAPRES BISA DI ENDORS BRAVOOOOOOOO," komentar @hi.aa***