Kamis, 4 Juni 2026

Ramai Tagar 'Kabur Aja Dulu', WNI di Australia Jawab Soal Kebenaran Apakah Kehidupan di Luar Negeri Lebih Baik

Photo Author
Endang Hartatik, Sketsa Nusantara
- Senin, 17 Februari 2025 | 22:20 WIB
Ilustrasi Kabur Aja Dulu  (Pixabay.com/ Ivabalk)
Ilustrasi Kabur Aja Dulu (Pixabay.com/ Ivabalk)

SketsaNusantara.id - Tagar 'Kabur Aja Dulu' kini trending di media sosial. Tagar yang diartikan sebagai sebuah keresahan anak muda akan masa depan di negeri sendiri sehingga ramai ajakan untuk mencari penghidupan di luar negeri.

Tentu saja tujuan utama dari 'Kabur Aja Dulu' ini adalah mencari pekerjaan dan penghidupan yang lebih menjanjikan bagi anak-anak muda yang resah akan masa depannya.

Ade Lukman, seorang Warga Negara Indonesia (WNI) ikut menjawab terkait ramainya tagar 'Kabur Aja Dulu' dimana ia menjawab apakah ketika di luar negeri akan benar-benar memperoleh kehidupan yang lebih kayak seperti yang ramai diberitakan.

Baca Juga: Dikawatirkan Akan Menjadi Publik Distrust, Ini Pandangan Psikolog Imam Prasodjo Terkait Fenomena Tagar 'Kabur Aja Dulu'

Menurut Ade Lukman, untuk bekerja ke luar negeri seperti dirinya tak semudah yang kita bayangkan namun hal itu bisa dipelajari sehingga hal itu bukanlah tidak mungkin tak terwujud.

Ade Lukam mengaku bahwa ia sudah berada di Australia sejak 7 tahun yang lalu dengan memakai Visa sehingga saat itu ia di Australia masuk kategori sebagai imigran.

Namun meski statusnya saat itu sebagai imigran, ia mengakui memiliki kesempatan yang sama dan kualitas hidup yang baik selama di Australia.

Baca Juga: Mahfud MD Tanggapi Tagar Kabur Aja Dulu, Singgung Soal Lunturnya Rasa Cinta Tanah Air

"Saat itu saya memegang visa, artinya saya masih dikategorikan orang imigran tapi kesempatan dan kualits hidup yang saya dapatkan memang diatas rata-rata," aku Ade Lukman dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube Kompas TV.

"Tidak seperti misal kalau saya kerja sebagai cleaner di Indonesia tidak akan mendapatkan kualitas hidup seperti disini," imbuhnya.

Bahwa Ade Lukman bisa merasakan jika saja ia bertahan di Indonesia maka ia tak akan mendapatkan kehidupan seperti yang dirasakannya saat ini setelah ia  menetap di Australia.

Baca Juga: Beda Kelas dengan Bahlil, Anies Baswedan Tanggapi Soal 'Kabur Aja Dulu' yang Dikaitkan dengan Nasionalisme: Ini Seperti Cinta Bertepuk Sebelah Tangan

Ade mengakui bahwa di Australia ia memiliki penghasilan yang jauh lebih tinggi dan jauh diatas rata-rata jika profesinya itu dilakukan di Indonesia.

"Juga ada akses pendidikan kemudian dukungan juga sangat jauh berbeda dan hal itu pula yang membuat teman-teman diaspora atau orang yang merantau ke luar negeri barangkali betah tapi tidak sampai melupakan Indonesia," tambahnya.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: Youtube Kompas TV

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X