SketsaNusantara.id - Efisiensi anggaran yang diistruksikan Presiden Prabowo masih santer jadi perhatian publik lantaran ikut mengakibatkan pemutusan hubungan kerja (PHK) di sejumlah lembaga.
Salah satunya yang ikut terdampak adalah tenaga kontributor atau honorer yang statusnya adalah Non-ASN yang terpaksa harus dirumahkan.
Hal ini diketahui dari curhatan penyiar RRI (Radio Republik Indonesia) yang mengaku harus kehilangan mata pencaharian setelah 11 tahun bekerja imbas efisiensi anggaran yang menyebabkan PHK ratusan pegawai di tempatnya bekerja.
Curhatan penyiar RRI asal Ternate itu pun viral di media sosial. Ia menyayangkan efisiensi anggaran yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto yang berimbas pada pekerja honorer.
Efisiensi dianggap berat sebelah untuk mengamankan anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG) yang akhirnya malah membuat kehidupan anak-anak tidak terjamin karena orang tuanya kehilangan pekerjaan.
"Kami tahu Bapak (Prabowo) saat ini melakukan penghematan agar program-program seperti Makan Bergizi Gratis bisa berjalan lancar, tapi pernahkah berpikir ketika anak-anak pulang ke rumah mereka tidak mendapat penghidupan yang layak setelah orang tuanya dirumahkan," kata penyiar RRI pemilik akun Instagram @aiinizzaa yang diunggah hari Selasa, 10 Februari 2025.
"Banyak orang tua di luaran sana yang dirumahkan karena kena PHK akibat efisiensi anggaran yang Bapak (Prabowo) lakukan. Lantas, menurut anda di mana letak yang menunjukkan bahwa Bapak mencintai rakyat?" pungkasnya sambil menitikkan air mata.
Curhatan itu pun mendapatkan simpati dari warganet yang ditonton ratusan ribu kali di Instagram. Tak hanya itu, video salah satu pegawai honorer TVRI (Televisi Republik Indonesia) yang dirumahkan terkena imbas efisiensi anggaran juga mendapat banyak sorotan dari warganet dan seketika jadi viral.
Sejumlah video karyawan RRI dan TVRI yang terkena PHK hingga akhirnya terpaksa harus dirumahkan karena imbas efisiensi anggaran ini akhirnya mendapat atensi dari Partai Gerindra.
Baca Juga: Sinyal Revisi UU ITE di Era Prabowo, Rocky Gerung: HAM Harus Jadi Paradigma dalam Kebijakan Presiden
Melalui akun Instagramnya, Gerindra menyebut efisiensi anggaran tak seharusnya menyebabkan PHK Karyawan. Admin menyebut ada oknum-oknum tertentu yang ingin mendiskreditkan program unggulan dilakukan Presiden Prabowo Subianto.
Artikel Terkait
Menteri ESDM Bikin Gaduh, Prabowo Instruksikan Bahlil Aktifkan Lagi Pengecer LPG 3 Kg, Netizen: Pecat Orangnya...
Breaking News! Presiden Prabowo Subianto Instruksikan Pengecer Kembali Berjualan Gas Elpiji 3 Kg Mulai 4 Februari 2025
Polemik Kelangkaan Gas LPG Ditanggapi Langsung Oleh Prabowo, Rieke Diah Pitaloka Ingatkan Warga Untuk Kawal dan Singgung Soal Oknum Bermain Curang
Prabowo Singgung Gus Dur dalam Acara 102 Tahun NU, Presiden Bakal Tindak Tegas Pihak yang Ndableg dan Bandel
Prabowo Beri Sinyal Reshuffle Meski Akui Ada Perlawanan, Presiden Tetap Warning: Siapa yang Bandel dan yang Ndablek