Kamis, 4 Juni 2026

BRI Salurkan Rp184,98 Triliun KUR untuk 4 Juta UMKM, Jaga NPL di Level 2 Persen pada 2024

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Kamis, 23 Januari 2025 | 09:00 WIB
BRI terus mempertegas komitmennya dalam mendorong pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia. (Dok. BRI)
BRI terus mempertegas komitmennya dalam mendorong pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia. (Dok. BRI)

SketsaNusantara.id - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BRI) terus membuktikan perannya sebagai pilar utama ekonomi nasional.

Dengan fokus mendukung pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), BRI berhasil mencatatkan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) tertinggi di Indonesia pada tahun 2024.

BRI menyalurkan KUR senilai Rp184,98 triliun sepanjang tahun tersebut, menjangkau lebih dari 4 juta pelaku UMKM di seluruh wilayah Indonesia.

Baca Juga: BRI Tingkatkan Dukungan bagi Pekerja Migran Indonesia dengan Jaringan Global dan Solusi Keuangan Modern

Capaian ini tidak hanya menunjukkan komitmen BRI dalam mendukung ekonomi kerakyatan tetapi juga memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional secara keseluruhan.

Strategi pengelolaan risiko yang diterapkan BRI berhasil menjaga tingkat Non-Performing Loan (NPL) tetap sehat di level 2%. Direktur Utama BRI, Sunarso, menegaskan bahwa pengelolaan KUR yang tepat memungkinkan bank untuk terus memberikan pembiayaan kepada masyarakat yang belum bankable tetapi feasible.

Baca Juga: BRI CoreLab Hadirkan Pelatihan Content Creator di USU, Dorong Kreativitas dan Kemandirian Mahasiswa

“KUR itu 100% dananya berasal dari bank. Ketika terjadi kredit macet, 70% risiko ditanggung asuransi, 30% oleh bank. Dengan pengelolaan ini, NPL KUR kami bisa dijaga di sekitar 2%,” ungkap Sunarso dalam wawancaranya di kanal YouTube Hermanto Tanoko.

Sunarso juga menambahkan bahwa pengelolaan kredit di segmen UMKM memerlukan pendekatan khusus.

Pada tahap awal, fokusnya adalah menjangkau sebanyak mungkin nasabah baru. Selanjutnya, tahap pemeliharaan dilakukan untuk memastikan pembayaran tetap berjalan, sementara risiko kredit macet diatasi melalui tahap akhir berupa proses penagihan dan pemulihan.

Baca Juga: BRI Dorong Pemerataan Ekonomi Melalui 1 Juta AgenBRILink, Wujud Dukungannya pada Asta Cita Pemerintah

Dengan tingkat NPL di bawah ambang ideal 3%, BRI mampu menyeimbangkan perluasan akses pembiayaan dan pengelolaan risiko.

Strategi ini mendukung keberlanjutan pertumbuhan UMKM, yang merupakan tulang punggung perekonomian nasional.

Upaya BRI juga mendukung visi Asta Cita Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, khususnya dalam menciptakan lapangan kerja berkualitas serta mendorong kewirausahaan. Hal ini menjadi bagian dari langkah strategis untuk pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X