Kamis, 4 Juni 2026

Pidato 3 Jam! Megawati Soroti Kekalahan Ganjar-Mahfud di Pilpres 2024: Ini Rekayasa dari Mana nih Pelajarannya?

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 11 Januari 2025 | 07:00 WIB
Megawati pertanyakan kekalahan Ganjar-Mahfud MD di Pilpres 2024. (Instagram @presidenmegawati)
Megawati pertanyakan kekalahan Ganjar-Mahfud MD di Pilpres 2024. (Instagram @presidenmegawati)

SketsaNusantara.id - HUT ke-52 PDI Perjuangan menjadi momen penting bagi Ketua Umum DPP PDIP, Megawati Soekarnoputri, untuk menyampaikan pidato politiknya.

Acara yang digelar pada Jumat 10 Januari 2025 ini berlangsung di Partai Sekolah, Jakarta. Seperti biasa, Megawati tampil dengan gaya khasnya, mengupas berbagai isu dengan durasi pidato yang tidak biasa, mencapai 3 jam.

Pidato dimulai pukul 14.00 WIB dan baru berakhir pada pukul 17.00 WIB. Dalam kesempatan itu, Megawati membahas banyak hal, mulai dari hasil Pilpres 2024, kritik terhadap generasi muda, hingga pentingnya meneladani ajaran Bung Karno.

Baca Juga: Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Jadi Tersangka KPK Kasus Harun Masiku, Megawati Pernah Sesumbar Akan Bertanggung Jawab?

Salah satu poin utama yang diangkat adalah kekalahan pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD dalam Pilpres 2024.

Megawati tampak heran, bahkan mengakui sempat percaya diri bahwa jagoannya akan menang.

“Wih kok bisa kalah ya, udah gitu dih nomor tiga lagi, gile saya bilang. Ini rekayasa dari mana nih pelajarannya?” ucap Megawati.

Baca Juga: Muncul Spanduk Bertuliskan 'Megawati Ketum Ilegal', Ketua DPP PDI Perjuangan Deddy Sitorus: Ada yang Ingin Acak-Acak Partai

Megawati pun menyinggung pihak yang dianggapnya melakukan rekayasa di Pilpres. Dengan nada setengah bercanda, ia menyatakan keinginannya untuk belajar dari sosok tersebut.

Dalam pidatonya, Megawati menyebut fenomena ini sebagai bentuk dari megalomania, sebuah istilah dalam psikologi untuk menggambarkan seseorang yang memiliki obsesi pada kekuasaan.

Ia juga mengingatkan pentingnya mengenalkan ajaran Bung Karno kepada generasi muda.

Baca Juga: Megawati Vs Jokowi, Mantan Kader PDIP Effendi Simbolon Kirim Pesan Natal untuk Ketum Partai Banteng

Menurutnya, pemikiran Bung Karno relevan untuk membangun tata pemerintahan yang kuat dan berlandaskan konstitusi.

Menurutnya, pemikiran anti imperialisme dan anti kolonialisme yang dibawakan Bung Karno menjadi landasan penting bagi kehidupan bangsa Indonesia. Sayangnya, ajaran tersebut sempat dimatikan pada era Orde Baru.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X