Kamis, 4 Juni 2026

5 Tahun Kinerja Solid, BNI Perkuat Ekonomi Nasional dengan Kontribusi Rp77 Triliun

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Senin, 18 November 2024 | 11:52 WIB
Kinerja solid BNI selama 5 tahun, kontribusi Rp77 triliun ke penerimaan negara. (Dok. BNI)
Kinerja solid BNI selama 5 tahun, kontribusi Rp77 triliun ke penerimaan negara. (Dok. BNI)

SketsaNusantara.id - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) mencatat kontribusi signifikan terhadap penerimaan negara sebesar Rp77 triliun dalam periode 2019 hingga September 2024.

Angka tersebut disampaikan oleh Direktur Utama BNI, Royke Tumilaar, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI pada Rabu, 14 November 2024.

Royke menjelaskan bahwa kontribusi tersebut berasal dari pajak sebesar Rp53,4 triliun dan dividen Rp23,6 triliun.

Baca Juga: Gelar Culture Fest 2024, BNI Perkenalkan Employee Wellbeing Program demi Tingkatkan Budaya Kerja dan Kinerja dengan Usung 3 Prinsip

Ia menegaskan bahwa BNI terus berkomitmen untuk mendukung perekonomian nasional melalui pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan.

"Seiring dengan pertumbuhan bisnis, kontribusi kami terhadap negara terus meningkat, baik dari setoran pajak maupun pembayaran dividen. Hingga September 2024, kontribusi kita sudah mencapai Rp77 triliun, dengan Rp23,6 triliun berasal dari dividen dan Rp53,4 triliun dari pajak,"ujar Royke.

Selain itu, kinerja keuangan BNI hingga kuartal III-2024 menunjukkan hasil positif. Total aset mencapai Rp1.068 triliun, tumbuh 5,8 persen dibandingkan tahun lalu.

Baca Juga: Konjen RI di Hong Kong Nobatkan BNI Sebagai Bank Terbaik untuk Layanan Diaspora

Kredit yang disalurkan meningkat 9,5 persen, sementara penghimpunan dana melalui CASA naik 5,5 persen, dengan rasio CASA yang stabil di angka 70,3 persen.

Rasio Loan-to-Deposit Ratio (LDR) berada di level sehat, yakni 95,3 persen, sedangkan Return on Equity (ROE) tercatat 14,7 persen.

Tingkat Non-Performing Loan (NPL) berhasil ditekan ke angka 2 persen, menunjukkan perbaikan kualitas kredit yang signifikan.

Royke juga menyampaikan bahwa rasio kecukupan modal (CAR) BNI mencapai 21,8 persen, mencerminkan kekuatan permodalan yang solid.

Dengan berbagai capaian ini, laba BNI tumbuh menjadi Rp16,3 triliun pada kuartal III-2024.

Meskipun terdapat tantangan eksternal, seperti dampak pemilu AS, BNI tetap optimistis menjadi pilihan investasi yang menarik di Indonesia.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X