Jumat, 14 Agustus 2026

Dorong Guru Transformasi Digital, KKMI di Jombang Gelar Pelatihan Pembelajaran Berbasis Google Workspace for Education

Photo Author
As'ad Choirudin, Sketsa Nusantara
- Kamis, 13 Agustus 2026 | 18:25 WIB
Pengurus KKMI Kecamatan Diwek, Jombang bersama pemateri pelatihan GWS. (As'ad Choirudin/SketsaNusantara.id)
Pengurus KKMI Kecamatan Diwek, Jombang bersama pemateri pelatihan GWS. (As'ad Choirudin/SketsaNusantara.id)



SketsaNusantara.id - Sedikitnya 460 peserta mengikuti Pelatihan Guru Transformasi Digital Pembelajaran Melalui Google Workspace for Education. Kegiatan itu digelar di kampus Universitas Hasyim Asy'ari (Unhasy) Tebuireng, Rabu-Kamis 12-13 Agustus 2026. Agenda ini dilaksanakan oleh Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Kecamatan Diwek, Jombang.

Ketua KKMI Diwek, Adi Purnomo mengatakan, peserta berasal dari para guru MI di wilayah Kecamatan Diwek yang sudah lulus sertifikasi guru. "Pelatihan digelar dibagi menjadi dua gelombang, hari Rabu dan Kamis," ujarnya.

Dia menambahkan, kegiatan ini digelar agar guru makin inovatif, kolaboratif, dan produktif. "Terutama di era digital seperti sekarang," tambahnya.

Baca Juga: Tukang Cukur Minta Maaf Usai Sebut Indonesia Belum Merdeka, Benarkah Tak Kibarkan Bendera Merah Putih Jelang 17 Agustus Dikenakan Denda? Ini Aturannya

Pria yang juga Kepala MI Islamiyah Bendet, Diwek ini menegaskan, peran guru dalam pembelajaran sangat penting. "Pelatihan ini mendorong agar guru bisa memanfaatkan teknologi dengan sebaik-baiknya dalam pembelajaran di madrasah masing-masing," ucapnya.

Kegiatan ini diapresiasi Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Jombang. Salah satu pengawas, Saiful Hadi, mengharapkan semua peserta tidak ketinggalan dalam masalah teknologi. "KKMI Diwek merupakan pelopor utama dalam pelatihan transformasi digital pembelajaran," ujarnya.

Setelah kegiatan ini, lanjutnya, tidak ada guru yang tidak bisa dalam hal teknologi. "Setelah kegiatan ini harus diterapkan di madrasah masing-masing," pintanya.

Baca Juga: Hargai Kebebasan Berekspresi, MK Tutup Ruang Delik Aduan Simpatisan atas Dugaan Penghinaan Presiden atau Wapres, Hanya Bisa Diproses dengan Syarat Ini

Hal senada disampaikan Wakil Dekan Fakultas Agama Islam Unhasy, Khoirul Umam. Dia menuturkan, orang yang mengelola lembaga pendidikan harus kober, gelem dan pinter. "Menjadi seorang pendidik harus mengikuti perubahan zaman," pesannya.

Saat menyampaikan materi, Asriana Kibtiyah, menegaskan setiap keberhasilan ada tindakan pasangan. "Kalau ingin mencapai hasil yang baik, kita harus melakukan perubahan," ujarnya.

Setiap anak, menurutnya, memiliki jalur bawaannya sendiri menuju perkembangan psikologi yang sehat. "Hanya dengan mengikuti jalur masing-masing perkembangan psikologi inilah mereka dapat mencapai titik iklim yang sehat dan tidak semua orang memiliki jalur yang sama," paparnya.

"Maka, seorang guru harus bisa merubah cara pandang guru, cara mengajar, pemanfaatan tekhnologi dan makna yang diperoleh siswa," tambahnya.

Baca Juga: Kronologi Kepala SPPG di Karanganyar Muntah Usai Icip Menu MBG, Ribuan Porsi Makan Bergizi Gratis Tidak Didistribuskan karena Tak Layak Dikonsumsi

Tranformasi, lanjutnya, terjadi ketika cara belajar anak berubah menjadi aktif, bermakna dan relevan. "Tugas seorang guru adalah menciptakan ruang pertumbuhan dan perkembangan bagi siswa," paparnya.

Hal senada disampaikan narasumber kedua, Sharoni. Kepala MI Miftakhul Ulum Jatipelem, Diwek ini lebih fokus dalam menjelaskan secara teknis cara penggunaan akun Google Workspace For Education (GWS).

Halaman:

Editor: As'ad Choirudin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X